- ESMOD Jakarta meluncurkan program Global Mobility Pathway untuk memfasilitasi mahasiswa belajar di kampus internasional sejak tahun 2024.
- Program pertukaran dua arah ini memungkinkan mahasiswa asing mendalami kekayaan dan potensi industri kreatif lokal di Indonesia.
- ESMOD Jakarta telah menghasilkan sekitar 1.000 lulusan sukses di industri fashion sejak berdiri pada tahun 1996 silam.
Suara.com - Dunia fashion terus berkembang dan semakin terhubung lintas negara. Bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri ini, pengalaman belajar di lingkungan dengan karakter fashion yang berbeda dapat menjadi bekal untuk memperluas wawasan, kreativitas, sekaligus jaringan profesional.
Kesempatan tersebut kini dibuka bagi mahasiswa ESMOD Jakarta melalui Global Mobility Pathway, sebuah program yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pengalaman belajar di sejumlah jaringan ESMOD internasional, termasuk di Prancis, Tokyo, Dubai, dan Seoul.
Program ini memungkinkan mahasiswa memulai perjalanan pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di salah satu kampus dalam jaringan ESMOD International. Mereka dapat merasakan langsung lingkungan fashion yang berbeda, memahami dinamika industri global, serta membangun koneksi dengan komunitas fashion internasional.
Bukan hanya soal belajar di luar negeri, pengalaman tersebut juga diharapkan dapat memperluas cara pandang mahasiswa dalam melihat perkembangan industri fashion.
Dari Jakarta ke Lingkungan Fashion Global
Memasuki 30 tahun perjalanannya di Indonesia, ESMOD Jakarta melihat pengalaman internasional sebagai bagian penting dalam mempersiapkan talenta fashion menghadapi industri yang semakin global.
Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta Suryo Danuwinoto mengatakan Global Mobility Pathway menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan ESMOD Jakarta mempersiapkan talenta fashion Indonesia.
“Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan ESMOD Jakarta selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional,” ujar Suryo.
Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan belajar di lingkungan yang memiliki karakter fashion berbeda. Pengalaman tersebut dapat menjadi ruang untuk memahami budaya, cara kerja, serta perspektif baru yang berkembang di berbagai pusat fashion dunia.
Baca Juga: Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta Guillaume Oger mengatakan perpindahan lingkungan dapat mendorong mahasiswa keluar dari pola pikir yang selama ini familiar.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional,” ungkap Guillaume.
Tak Hanya Belajar ke Luar Negeri
Global Mobility Pathway juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jaringan ESMOD International untuk belajar di ESMOD Jakarta.
Pertukaran dua arah ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem pendidikan fashion global.
Selama berada di Jakarta, mahasiswa internasional dapat mengenal kekayaan Indonesia, mulai dari kain tradisional, teknik kerajinan, budaya, hingga potensi kreatif lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki