Lifestyle / Female
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Ilustrasi flek hitam (Magnific)
Baca 10 detik
  • Stres diduga dapat memicu melasma.
  • Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi kulit.
  • Sunscreen tetap penting untuk mencegah flek makin gelap.

Suara.com - Stres dan kurang tidur sering dikaitkan dengan masalah flek hitam. Meski demikian, keduanya tidak bisa disebut sebagai penyebab tunggal munculnya flek hitam.

Menyadur dari laman American Academy of Dermatology (AAD), stres disebut sebagai salah satu faktor yang diduga dapat memicu melasma.

Saat mengalami stres, tubuh dapat meningkatkan hormon kortisol yang diduga berpengaruh terhadap aktivitas sel penghasil pigmen. Namun, hubungan antara stres dan melasma masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sementara itu, kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan waktu tidur dapat menurunkan hidrasi kulit, meningkatkan kehilangan air melalui kulit, serta membuat tampilan wajah mengalami perubahan. Namun, bukti mengenai kaitan langsung kurang tidur dengan flek hitam masih terus berkembang.

Benarkah stres dan kurang tidur berpengaruh terhadap kemunculan flek hitam di wajah?

Ilustrasi flek hitam (Magnific)

Apakah stres bisa menyebabkan flek hitam?

Stres tidak otomatis menyebabkan semua jenis flek hitam. Namun, kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan melasma, yaitu gangguan pigmentasi yang biasanya ditandai bercak kecokelatan atau keabu-abuan pada wajah.

Saat tubuh mengalami stres, produksi kortisol dapat meningkat. Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi aktivitas melanocyte, yaitu sel yang menghasilkan melanin atau pigmen

Oleh karena itu, flek hitam yang muncul ketika sedang mengalami banyak tekanan tidak selalu berarti stres adalah penyebab utamanya. Paparan sinar matahari, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, dan faktor lain juga dapat berperan.

Baca Juga: 7 Penyebab Umum Flek Hitam di Wajah, Bukan Hanya karena Sinar Matahari

Apa pengaruh kurang tidur terhadap flek hitam?

Kurang tidur dapat membuat kondisi kulit terlihat lebih buruk, tetapi belum ada bukti kuat bahwa kurang tidur secara langsung menyebabkan flek hitam pada semua orang.

Sebuah penelitian menemukan bahwa tidur hanya 3 jam selama dua malam berkaitan dengan penurunan hidrasi kulit, peningkatan kehilangan air melalui kulit, serta perubahan tampilan wajah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi fungsi dan penampilan kulit.

Penelitian lain juga menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kekuningan pada kulit wajah. Temuan ini lebih menunjukkan adanya perubahan warna kulit akibat kurang tidur, bukan berarti setiap perubahan warna tersebut merupakan flek hitam.

Mengapa stres dan kurang tidur bisa berpengaruh pada kulit?

Stres dan kurang tidur sama-sama dapat memengaruhi proses biologis dalam tubuh yang berkaitan dengan kulit. Gangguan tidur juga diketahui dapat menghambat pemulihan skin barrier.

Load More