Lifestyle / Komunitas
Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:10 WIB
Ilustrasi kantor. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • JLL melaporkan rata-rata biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik mencapai US$1.550 per meter persegi pada 2026.
  • Permintaan proyek kantor berkelanjutan meningkat di 88 persen pasar Asia Pasifik guna mengurangi konsumsi energi perusahaan.
  • Jakarta mencatat biaya penataan ulang kantor lebih rendah dibandingkan Singapura, Kuala Lumpur, Manila, serta Bangkok.

Suara.com - Kantor kini tak lagi sekadar tempat untuk duduk bekerja dari pagi hingga sore. Di tengah perubahan cara bekerja dan ketidakpastian ekonomi global, perusahaan mulai memikirkan kembali seperti apa ruang kerja yang dibutuhkan.

Ruang kantor dituntut tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu mendukung produktivitas, efisiensi energi, teknologi, hingga keberlanjutan.

Perubahan tersebut terlihat dalam tren penataan ulang kantor atau office fit-out di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan Asia Pacific Office Fit-Out Costs Guide 2026 dari JLL, perusahaan kini harus mempertimbangkan berbagai faktor ketika menata ruang kerja, mulai dari biaya material, tenaga kerja, nilai tukar, hingga kebutuhan akan ruang kerja yang berkinerja baik.

Kantor Makin Dituntut Efisien

Salah satu perubahan yang cukup terlihat adalah meningkatnya perhatian terhadap konsep kantor yang lebih berkelanjutan.

JLL mencatat sebanyak 88 persen pasar di Asia Pasifik melaporkan peningkatan permintaan terhadap proyek sustainable fit-out. Sementara itu, 46 persen organisasi secara aktif menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi konsumsi energi.

Artinya, keberlanjutan mulai menjadi bagian dari pertimbangan ketika perusahaan merancang atau menata ulang ruang kerjanya.

Teknologi juga semakin mendapatkan tempat dalam perencanaan kantor. Penggunaannya tak lagi sekadar dianggap sebagai fasilitas tambahan, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan meningkatkan kinerja ruang kerja.

Biaya Kantor Berbeda di Tiap Kota

Baca Juga: Sering Dijadikan Stiker Lucu, Karyawan Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat Kantor

Di balik tren tersebut, perusahaan tetap harus berhadapan dengan biaya penataan ulang kantor yang terus meningkat.

JLL mencatat rata-rata biaya office fit-out di Asia Pasifik mencapai US$1.550 per meter persegi, dengan kenaikan sekitar 2–5 persen secara tahunan.

Namun, biaya tersebut tidak sama di setiap kota.

Martin Hinge, Executive Managing Director, Project & Development Services (PDS) JLL Asia Pacific, mengatakan perbedaan biaya di kawasan Asia Pasifik cukup besar.

“Biaya penataan ulang kantor di Asia Pasifik menunjukkan variasi yang lebih beragam dibandingkan kawasan lain. Jepang, Singapura, Australia, dan Selandia Baru memiliki biaya renovasi yang lebih tinggi dari kota di negara lainnya. Ini menunjukkan terbatasnya ketersediaan tenaga kerja serta standar kualitas bangunan yang tinggi. Sementara itu, India, Tiongkok, dan beberapa negara di Asia Tenggara masih menawarkan biaya yang relatif lebih kompetitif.”

Menurut Martin, pergerakan nilai tukar juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya di sejumlah pasar.

Load More