- McDonald’s Indonesia meluncurkan kampanye "Ini Rasa Kita" tahun ke-11 bertema "Cinta Warisan Indonesia" untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.
- Chef Firhan dan Chef Yulita dilibatkan untuk menelusuri asal-usul resep daerah serta mengembangkan menu baru seperti Ayam Krispy McD Kari Medan.
- Masyarakat dapat mengikuti Kompetisi Warisan Resep Ayam Indonesia pada 21 Agustus hingga 13 September 2026 untuk menginspirasi menu McD tahun 2027.
Suara.com - Setiap daerah di Indonesia punya cara sendiri dalam bercerita lewat makanan. Ada resep yang diwariskan turun-temurun, teknik memasak yang dipertahankan, hingga penggunaan rempah tertentu yang membuat sebuah kuliner memiliki karakter khas.
Namun, di balik cita rasa tersebut, tersimpan cerita tentang keluarga dan kebiasaan masyarakat yang membuatnya tetap hidup dari generasi ke generasi.
Cerita inilah yang coba ditelusuri dalam kampanye “Ini Rasa Kita” yang kembali dihadirkan McDonald’s Indonesia. Memasuki tahun ke-11, “Ini Rasa Kita” mengusung tema “Cinta Warisan Indonesia” dengan mengajak masyarakat mengenal lebih dekat kekayaan kuliner daerah, termasuk kisah dan resep yang berada di baliknya.
Untuk menggali cerita tersebut, McDonald’s Indonesia menggandeng dua alumni MasterChef Indonesia, Chef Firhan dan Chef Yulita. Keduanya tidak hanya terlibat dalam pengembangan menu, tetapi juga ikut menelusuri asal-usul cita rasa yang menjadi inspirasi.
Menelusuri Cita Rasa dari Daerah Asalnya
Chef Firhan misalnya, memiliki kedekatan tersendiri dengan hidangan kari. Sejak kecil, kari sudah menjadi bagian dari masakan keluarganya dan salah satu menu yang biasa dibuat oleh sang nenek.
Pengalaman tersebut membuatnya tertarik menggali lebih jauh karakter kari dari daerah asalnya. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Medan untuk memahami bagaimana masyarakat setempat mengolah dan mempertahankan cita rasa kari yang telah menjadi bagian dari kuliner daerah.
“Kari merupakan salah satu cita rasa yang dekat dengan saya karena sejak kecil sudah menjadi bagian dari masakan keluarga. Resep kari yang biasa dibuat oleh nenek menjadi salah satu inspirasi utama dalam menu ini,” ujar Firhan.
Menurutnya, perjalanan tersebut memberikan pemahaman bahwa cita rasa sebuah masakan tidak hanya ditentukan oleh bahan-bahannya. Teknik memasak dan kebiasaan yang diwariskan antar-generasi juga ikut membentuk karakter makanan.
Baca Juga: Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi dalam menghadirkan Ayam Krispy McD Kari Medan sebagai menu fase pertama “Ini Rasa Kita”.
Resep Keluarga Jadi Cerita yang Bisa Dibagikan
Eksplorasi kuliner daerah dalam “Ini Rasa Kita” tidak berhenti pada menu yang dihadirkan. McDonald’s Indonesia juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membagikan resep warisan keluarga melalui Kompetisi Warisan Resep Ayam Indonesia.
Melalui kompetisi ini, masyarakat dapat mengirimkan resep ayam dan sambal khas keluarga, lengkap dengan foto serta cerita di balik resep tersebut.
Chef Firhan dan Chef Yulita akan menjadi bagian dari tim juri yang menilai resep berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari keunikan cita rasa, kekayaan karakter daerah, cerita di balik resep, hingga potensinya untuk dikembangkan menjadi menu.
Chef Yulita menilai setiap keluarga memiliki resep yang mungkin sederhana, tetapi menyimpan cerita personal yang kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi