- Norman Ismail latih lima puluh juru masak gizi gratis di Lampung.
- Kemenekraf gelar pelatihan Masamo tingkatkan kualitas dapur Makan Bergizi Gratis Lampung.
- Juru masak Lampung pelajari standar keamanan pangan demi sukseskan program nasional.
Suara.com - Sejumlah juru masak program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Lampung mendapatkan pelatihan kuliner langsung dari juri MasterChef Indonesia, Norman Ismail. Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan 'Masak Bersama Master Chef' (Masamo) yang didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjelaskan bahwa kegiatan Masamo merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenekraf, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, Badan Gizi Nasional (BGN), serta para pengelola dan juru masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG.
“Sebanyak 50 juru masak SPPG mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan standar profesionalisme serta kualitas layanan dapur MBG,” ujar Riefky saat membuka kegiatan di SPPG Rajabasa 3, Lampung, Senin (16/2/2026).
Materi pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari keamanan pangan, kebersihan personal (personal hygiene), pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, hingga penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Selain itu, para peserta juga dibekali teknik memasak sehat dan optimalisasi pengelolaan dapur komunitas.
Riefky menambahkan bahwa program Masamo merupakan strategi konkret untuk meningkatkan kapasitas SDM di dapur SPPG. Melalui pendampingan langsung dari pakar kuliner, pemerintah ingin memastikan kualitas, variasi menu, standar kebersihan, serta kandungan gizi dan protein tetap sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional.
“Melalui Masamo, kita memperkuat SDM dapur MBG sekaligus mendorong keterlibatan industri kreatif dalam peningkatan standar kuliner nasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Lampung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai memiliki potensi besar pada sektor kuliner, fesyen, kriya, dan konten digital. Menurut Riefky, Lampung menjadi percontohan sinergi lintas pihak dalam mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian, peternakan, serta perdagangan yang terlibat dalam rantai pasok program MBG.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030
-
80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas
-
Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo
-
Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan
-
Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen
-
Telkom Akses Tingkatkan Kompetensi SDM Digital di Wilayah 3T melalui Program CSR Fiber Academy
-
Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol