Lifestyle / Food & Travel
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:17 WIB
Alumni MasterChef Indonesia, Chef Firhan dan Chef Yulita. (dok. McDonald's Indonesia)
Baca 10 detik
  • McDonald’s Indonesia meluncurkan kampanye "Ini Rasa Kita" tahun ke-11 bertema "Cinta Warisan Indonesia" untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.
  • Chef Firhan dan Chef Yulita dilibatkan untuk menelusuri asal-usul resep daerah serta mengembangkan menu baru seperti Ayam Krispy McD Kari Medan.
  • Masyarakat dapat mengikuti Kompetisi Warisan Resep Ayam Indonesia pada 21 Agustus hingga 13 September 2026 untuk menginspirasi menu McD tahun 2027.

“Saya percaya setiap keluarga punya resep yang mungkin tidak tertulis, tetapi selalu diingat karena dibuat oleh orang-orang yang kita sayangi,” ujar Yulita.

Dari resep-resep yang masuk, 20 pengirim terpilih akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi memasak. Dua resep terbaik, masing-masing untuk saus ayam dan sambal, nantinya akan menjadi inspirasi pengembangan menu Ayam Krispy McD pada 2027.

Pendaftaran kompetisi dibuka pada 21 Agustus hingga 13 September 2026. Perjalanan kompetisi juga akan ditayangkan melalui media sosial pada 2-16 Oktober 2026.

Merawat Kuliner Lewat Cerita

“Ini Rasa Kita” yang terdiri dari Ayam Krispy McD Kari Medan, Es Kopi Klepon dan McFlurry Pisang Ijo. (dok. McDonald's)

Bagi McDonald’s Indonesia, perjalanan “Ini Rasa Kita” menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali keberagaman kuliner Indonesia melalui cerita yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Warisan kuliner bukan hanya sesuatu yang perlu dirayakan, tetapi perlu untuk terus dikenalkan dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” kata Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

Selain Ayam Krispy McD Kari Medan, rangkaian “Ini Rasa Kita” juga menghadirkan Es Kopi Klepon dan McFlurry Pisang Ijo. Menu utama fase kedua akan diperkenalkan mulai 14 September 2026.

Pada akhirnya, perjalanan dua alumni MasterChef Indonesia ini bukan hanya tentang mencari rasa yang khas dari suatu daerah. Lebih dari itu, ada upaya untuk melihat kembali bagaimana makanan menjadi bagian dari identitas, tradisi, dan cerita yang terus diwariskan.

Baca Juga: Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba

Load More