Lifestyle / Female
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:33 WIB
Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan yang Personal (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • OORA Skinlabs mencatat masalah pigmentasi sebesar 24 persen berdasarkan konsultasi kepada konsumen sejak Mei 2026.
  • Dokter Arlha Aporia Debinta menyatakan bahwa kulit tipe III–V rentan mengalami hiperpigmentasi pasca inflamasi akibat melanin tinggi.
  • OORA Skinlabs menerapkan konsultasi Glow Profile untuk mempersonalisasi perawatan estetika sesuai kondisi kulit pasien di Indonesia.

“Sistem konsultasi dan prinsip klinisnya tetap mengacu pada praktik estetika Korea, tetapi keputusan treatment harus didasarkan pada kondisi kulit, struktur wajah, gaya hidup, dan tujuan masing-masing pasien,” ujarnya.

Pendekatan tersebut juga mencakup penyesuaian jenis treatment, pengaturan alat dan energi, kombinasi prosedur, hingga perawatan setelah tindakan. Sekitar 90 persen produk dan perangkat yang digunakan OORA Skinlabs berasal dari Korea, sementara sisanya berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Pada akhirnya, perawatan berstandar Korea tidak harus berarti mengejar tampilan yang seragam. Justru, prinsip personalisasi membuat treatment dapat disesuaikan dengan karakter kulit Indonesia, termasuk kecenderungan pigmentasi dan risiko PIH.

“Natural Korean-style glow-up bukan berarti membuat setiap orang terlihat sama. Tujuannya adalah membantu pasien terlihat lebih sehat dan segar tanpa menghilangkan karakter wajahnya,” tutup Tina.

Load More