- Dokter Ayu Widianingrum menggelar kegiatan prosedur botox rahang dan threadlift hidung untuk 300 peserta di Banjarmasin pada 12 Agustus.
- Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur kecantikan yang aman dan sesuai standar medis profesional.
- Pencapaian acara itu berhasil mengantarkan dr. Ayu meraih dua rekor MURI bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.
Suara.com - Perawatan kecantikan medis semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penampilan sekaligus kesehatan kulit. Salah satu prosedur yang banyak menjadi pilihan adalah botox, termasuk botox rahang yang digunakan untuk membantu memberikan tampilan kontur wajah lebih proporsional.
Meski populer, prosedur botox tetap membutuhkan perhatian terhadap aspek keamanan. Treatment ini perlu dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan pemahaman yang memadai mengenai prosedur, dosis, serta standar pelayanan medis.
Dengan demikian, manfaat estetika dapat diperoleh tanpa mengabaikan faktor keselamatan pasien. Selain botox, prosedur non-bedah seperti threadlift hidung juga semakin menarik perhatian.
Treatment tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memperbaiki kontur hidung dengan prosedur minim invasif, tanpa melalui tindakan operasi.
Melihat tingginya minat terhadap kedua prosedur tersebut, dokter estetika dan dermatologi inovatif, dr. Ayu Widianingrum, MM, Master Of AAAM, Master of IBAMS, berupaya mendorong edukasi serta peningkatan kualitas layanan estetika medis di Indonesia.
Pada 12 Agustus, dr. Ayu menggelar dua kegiatan terstruktur di Banjarmasin, yakni pemberian Botox Rahang kepada 150 peserta dan Threadlift Hidung kepada 150 peserta.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada tindakan estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi mengenai prosedur yang aman dan sesuai standar medis.
"Saya ingin meningkatkan edukasi masyarakat, baik untuk Botox Rahang maupun Threadlift Hidung, bagaimana prosedur yang aman dan sesuai standar medis, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan estetik medis di Indonesia," jelas dr. Ayu.
Upaya tersebut sekaligus mengantarkan dr. Ayu pada pencapaian baru. Dalam momentum Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, ia kembali mencatatkan dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Baca Juga: Tren Skincare Makin Berbasis Sains, Perawatan Kulit Kini Menyasar hingga Tingkat Sel
Dua rekor tersebut adalah "Pemberian Botox Rahang Terbanyak" dan "Pemberian Threadlift Hidung Terbanyak".
Pencapaian ini menjadi bagian dari perjalanan dr. Ayu sebagai salah satu tokoh yang turut mendorong perkembangan estetika medis di Indonesia.
Rekor tersebut juga menunjukkan bagaimana prosedur estetika yang semakin diminati masyarakat dapat dibarengi dengan edukasi dan penerapan standar pelayanan yang tepat.
Popularitas botox maupun threadlift memang terus berkembang. Namun, di tengah tren perawatan kecantikan yang semakin beragam, keamanan tetap menjadi aspek yang tidak dapat dikesampingkan.
Pemilihan tenaga medis profesional dan prosedur yang sesuai standar menjadi bagian penting sebelum seseorang memutuskan menjalani treatment.
Melalui dua kegiatan tersebut, dr. Ayu tidak hanya mencatatkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga membawa pesan bahwa perkembangan industri estetika medis perlu berjalan beriringan dengan edukasi, profesionalisme, dan komitmen terhadap keselamatan pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi