Lifestyle / Komunitas
Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Anak Gajah Sumatera Lahir Sehat di PKG Jalur 21 Padang Sugihan. Sumber: Kehutanan.go.id

Suara.com - Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir dengan kondisi sehat di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatera Selatan.

Anak gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir pada Senin (17/8), tepat pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kementerian Kehutanan menyebut kelahiran ini sebagai kado alam di tengah upaya menjaga keberlangsungan satwa dilindungi di Indonesia.

Anak gajah tersebut merupakan hasil perkawinan induk betina bernama Lestari dan induk jantan Gapula. Proses kelahirannya diperkirakan berlangsung pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

Di bawah penanganan tim medis dan mahout atau pawang gajah bernama Sugito, kondisi bayi gajah terpantau baik. Tidak lama setelah dilahirkan, anak gajah tersebut sudah mampu berdiri tegak dan menyusu secara normal kepada induknya.

Lahir di Tengah Cuaca Panas

Kelahiran anak gajah tersebut tetap membutuhkan penanganan khusus. Pasalnya, kondisi cuaca di area ruang terbuka PKG Jalur 21 Padang Sugihan sedang cukup panas.

Tim medis Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan kemudian menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk menjaga kondisi induk dan anak gajah setelah proses kelahiran.

Petugas menyediakan shelter atau tempat berteduh yang memadai, sekaligus memastikan ketersediaan air minum dan fasilitas mandi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga suhu tubuh serta daya tahan induk dan anak gajah.

Selain perlindungan dari panas, kebutuhan nutrisi induk juga menjadi perhatian. Tim dokter hewan dan mahout memperketat pengawasan terhadap pakan harian Lestari. Suplemen berupa buah-buahan turut diberikan untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi fisik induk setelah melahirkan.

Baca Juga: Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Dipantau Selama 7x24 Jam

Perhatian terhadap anak gajah tidak berhenti setelah proses kelahiran. BKSDA Sumatera Selatan menerapkan pemantauan intensif selama 7x24 jam untuk memastikan perkembangan bayi gajah berlangsung optimal.

Dalam pemantauan tersebut, tim di lapangan mencatat perkembangan perilaku, respons fisik, serta kondisi fisiologis induk dan anak secara berkala. Pengawasan dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan satwa yang diterapkan di PKG Jalur 21.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto mengatakan kelahiran tersebut memiliki makna penting bagi upaya konservasi satwa dilindungi, terlebih karena terjadi bertepatan dengan peringatan kemerdekaan.

“Peristiwa ini merupakan kado alam yang sangat bermakna bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia, khususnya pada momen bersejarah Hari Kemerdekaan,” ujar Daniwari, dilansir dari siaran pers Kementerian Kehutanan, Selasa (18/8).

Kelahiran anak gajah ini menjadi salah satu kabar positif dalam upaya menjaga populasi gajah Sumatera. Spesies tersebut merupakan satwa yang dilindungi sehingga keberhasilan perkembangbiakan dalam kawasan konservasi menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberadaannya.

Kementerian Kehutanan menyatakan kelahiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah bersama BKSDA Sumatera Selatan untuk menjaga kelestarian gajah Sumatera agar dapat terus berkembang biak dan terlindungi secara berkelanjutan.

Penulis: Inesia Dian

Load More