Lifestyle / Female
Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Presentasi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan "panggung" utama untuk membuktikan bahwa ide Anda adalah solusi yang selama ini mereka cari. [Ilustrasi presentasi/Pexels.com/fauxels]
Baca 10 detik
  • COO SCGI Agency Raymond Muliadi membagikan empat strategi presentasi untuk memenangkan proyek besar bagi klien.
  • Strategi tersebut mencakup penggunaan data mendalam, teknik bercerita visual, dan pembangunan dialog dua arah.
  • Presentasi harus ditutup dengan Call to Action elegan guna meyakinkan klien terhadap solusi yang ditawarkan.

Suara.com - Di tengah persaingan ketat era 360 marketing, kemampuan memikat hati klien lewat presentasi menjadi keterampilan yang wajib dikuasai.

Presentasi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan "panggung" utama untuk membuktikan bahwa ide Anda adalah solusi yang selama ini mereka cari.

Raymond Muliadi, Chief Operating Officer (COO) SCGI Agency, mengungkapkan bahwa kunci sukses memenangkan proyek besar terletak pada cara kita mengemas pesan.

Alumnus University of Illinois Urbana-Champaign ini membagikan empat strategi jitu agar presentasi Anda tidak hanya berakhir sebagai tumpukan dokumen, tapi menjadi pembuka pintu kerja sama yang solid.

Berikut adalah rangkuman strategi "maut" tersebut:

Raymond Muliadi, Chief Operating Officer (COO) SCGI Agency, mengungkapkan bahwa kunci sukses memenangkan proyek besar terletak pada cara kita mengemas pesan. [Instagram]

1. Jadikan Data sebagai Fondasi, Bukan Sekadar Angka

Sebelum menyusun slide, langkah pertama yang paling krusial adalah pengolahan data. Raymond menekankan pentingnya memahami brand positioning dan tujuan kampanye klien secara mendalam.

"Data primer bisa didapat melalui proses tanya jawab dengan pemilik brand, membedah performa e-commerce, hingga memantau kehadiran mereka di media sosial," kata Raymond.

Dengan data yang kuat, Anda bisa menyelaraskan pesan di berbagai saluran, baik online maupun offline. Data bukan hanya angka, tapi alat untuk "mengintip" perilaku konsumen sehingga strategi yang Anda tawarkan menjadi lebih akurat dan efisien.

2. Berhenti Membaca Laporan, Mulailah Bercerita

Banyak orang terjebak dengan hanya membacakan teks yang ada di layar. Menurut Raymond, ini adalah kesalahan fatal yang membuat audiens bosan.

Baca Juga: Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!

"Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Terjemahkan istilah teknis menjadi bahasa yang awam, terutama jika audiens Anda adalah jajaran eksekutif," tuturnya.

Ia menyarankan untuk menggunakan visual yang kuat dan teks yang ringkas. Anggaplah presentasi sebagai ruang bercerita (storytelling), bukan ujian lisan.

Kuncinya? Kuasai materi sepenuhnya dan berlatihlah agar bicara Anda mengalir tanpa rasa gugup.

3. Ciptakan Dialog, Bukan Monolog

Presentasi yang sukses adalah presentasi yang "hidup". Jangan biarkan suasana menjadi kaku.

Raymond menyarankan untuk membangun komunikasi dua arah agar tercipta kedekatan emosional dengan klien.

"Berikan jeda setiap beberapa menit untuk sesi tanya jawab, terutama saat membahas hal-hal teknis yang mendalam," tambahnya.

Selain memperjelas informasi, komunikasi dua arah ini akan meningkatkan kepercayaan klien karena mereka merasa didengarkan dan dihargai.

Load More