Suara.com - Perkembangan industri estetika di Indonesia bergerak sangat pesat, hal tersebut ditandai oleh meningkatnya jumlah klinik kecantikan estetika, perusahaan dan berbagai brand atau produk estetika yang hadir di pasar Indonesia.
Kehadiran brand ambassador atau spoke person dari berbagai produk perawatan estetika, influencer kecantikan meningkatkan maraknya lalu lintas informasi social media dan marketing yang sangat mempengaruhi persepsi pasien estetika dan mempengaruhi keputusannya dalam tindakan estetika medis.
Perkembangan tersebut menimbulkan pergeseran paradigma estetika medis yang seharusnya perawatan dipimpin oleh dokter menjadi consumer driven model. Dari kacamata ekonomi, tentunya perkembangan tersebut mengarah ke angka pertumbuhan finansial yang positif, namun dari sisi kacamata medis hal tersebut menimbulkan tantangan etis pada praktek estetika medis di klinik seperti estetika medis berubah menjadi komoditas, konflik kepentingan, layanan tidak berdasarkan evidence-based medicine, dan meningkatnya penyedia layanan estetika bukan dokter resmi.
Pergeseran tersebut menimbulkan kebingungan pasien dalam memilih siapa dan apa yang harus diikuti yang pada akhirnya resiko ada ditangan pasien.
Dalam kesempatan ini, menandai resminya kehadiran Nordberg Medical di Indonesia dengan menggandeng klinik estetika ternama dan tepercaya, Nordberg Medical mengajak media untuk mengenal lebih jauh mengenai evidence-based medicine di bidang estetika guna membantu pasien estetika untuk mendapatkan pelayanan estetika yang bertanggung jawab tegas Eka Meliasari Khu, country leader Nordberg Medical perwakilan Indonesia.
Dipaparkan oleh dokter kulit - kelamin dan estetika founder dari BMDERMA clinic, dr. Deasy Lius Sp.DVE, "Evidence-based medicine merupakan suatu dasar pemilihan terapi atau prosedur estetika dengan memperhatikan bukti ilmiah dari penelitian, keahlian dokter dan preferensi serta kebutuhan pasien. Informasi dari influencer maupun brand ambassador dapat menjadi bagian dari pengalaman pribadi, namun bukan pengganti pertimbangan medis. Pemilihan perawatan medis tentunya bukan didasarkan oleh trend semata atau berdasarkan klaim pemasaran tanpa bukti jurnal. Pasien tetap harus bisa memilah trend estetika yang ditawarkan oleh klinik maupun social media, mana yang perlu dan tidak perlu diikuti. Klaim berlebihan dari suatu produk, teknik suntik yang tidak teruji, dan penggunaan produk tanpa dasar ilmiah yang tidak teruji tidak akan memberikan hasil perawatan yang mumpuni dan resiko dari perawatan berada di tangan pasien. Sejatinya, estetika medis tetaplah ranah medis yang membutuhkan penanganan dokter resmi dengan keilmuan secara bertanggung jawab dan dapat dipertanggung jawabkan."
Nordberg Medical merupakan perusahaan Bioteknologi dari Swedia, yang mengedepankan keunikan ilmu pengetahuan bersama dengan dokter membentuk ekosistem evidence-based medicine baik dari sisi diagnosis, pemilihan produk, prosedur terapi harus didasarkan atas bukti ilmiah. Hal tersebut dibuktikan oleh Nordberg medical melalui satu-satunya teknologi yang dimilikinya yaitu PLLA - LASYNPRO™ yang digunakan sebagai injeksi bio-activator kulit untuk peremajaan dan pengencangan dalam bidang estetika.
"Berdasarkan penelitian, kandungan dari PLLA - LASYNPRO™ yang unik, bulat sempurna dan tersebar merata terbukti memberikan manfaat dan minim inflamasi karena perawatan ini bekerja secara regeneratif. Singkatnya kandungannya dan bentuk molekulnya yang bulat sempurna diterima oleh kulit kita dengan sangat baik, tanpa drama. Perlu diperhatikan bahwa kulit kita dan penuaan merupakan tatanan biologis yang mana mereka membaca geometri (bentuk) dan karakteristik suatu produk ketika dimasukan ke dalam tubuh, dengan kata lain merespon secara biologik bukan merespon berdasarkan klaim marketing semata. Bukti penelitian dengan produk tersebut sangat penting" Tegas dokter Lanny Juniarti, Dipl. AAAM.
“Didukung oleh penelitian menggunakan kultur jaringan untuk mempelajari ekspresi gen, bagaimana fibroblast atau pabrik kolagen bekerja, extracellular matrix terbentuk dan berbagai tanda regeneratif lainnya dengan PLLA - LASYNPRO™ , membuat saya sendiri dengan yakin menjalani perawatan dan merasakan manfaatnya sendiri. Tak heran PLLA PLLA - LASYNPRO™ ini mendapatkan penghargaan bergengsi kelas dunia sebagai Best Regenerative Aesthetic Solusion 2026 yang diberikan di Monaco, yang mana dalam beberapa tahun terakhir, semua prosedur estetika ikut serta untuk meramaikan perawatan regeneratif," ungkap dr. IGN Probo Suteja yang telah menjalani serangkaian Julaine luxelift di Miracle Aesthetic Clinic.
Baca Juga: BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
“PLLA-LASYNPRO™ semakin dikenal melalui pengalaman nyata para pasien yang menginginkan hasil natural dengan peningkatan kualitas kulit, bukan sekadar perubahan volume wajah. Saat ini, semakin banyak pasien mencari kulit yang lebih sehat, lebih kuat, lebih elastis, dan tampak lebih muda secara alami. Pendekatan regeneratif seperti ini menjadi pilihan karena bekerja dengan mendukung proses biologis kulit, sehingga hasilnya berkembang secara bertahap dan tetap terlihat harmonis tanpa memberikan kesan wajah yang berlebihan,” jelas dr. Elfin, M. Biomed (AAM).
“PLLA-LASYNPRO™ semakin diminati karena pendekatannya berfokus pada regenerasi biologis kulit, bukan sekadar menyamarkan tanda-tanda penuaan. Sebagai bagian dari tren quiet luxury dalam estetika, hasil perawatannya berkembang secara bertahap melalui stimulasi fibroblas dan pembentukan matriks ekstraseluler, sehingga memberikan perbaikan kualitas kulit yang tampak lebih natural dan selaras dengan proses biologis tubuh,” tambah dr. Jeffri Setiawan, Dipl. AAAM.
Telah memperoleh izin edar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan skala global digunakan lebih dari 35 negara, PLLA-LASYNPRO™ mempertegas komitmen Nordberg Medical untuk menghadirkan inovasi regeneratif berbasis bukti ilmiah serta mendukung praktik estetika medis yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kualitas hasil bagi pasien. Nordberg Medical tetap memfokuskan investasi ke dalam R&D untuk memberikan perawatan regeneratif yang terbaik untuk pasien di seluruh dunia.***
Berita Terkait
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Mau Beli Rumah dan Mobil Sekaligus? Cek Penawaran BRI Consumer Expo 2026
-
BRI Easy Card Bikin Acara Jajan dan Jalan Makin Seru, Transaksi Online Dijamin Aman
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Bergengsi di Asia's Best Companies dan Finance Asia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Review Film Mantis: Saat Ambisi Berubah Jadi Pertarungan Hidup dan Mati
-
Inovasi dari Nordberg Medical: PLLA - LASYNPRO , Jawaban Atas Regeneratif Estetika Medis
-
2 Pekan Digembleng di Thailand, STY AKui Persija Jakarta Belum Sempurna
-
Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!
-
Darurat Karhutla Kalimantan: Saat Jutaan Manusia dan Satwa Endemik Berebut Ruang Napas
-
Sebut Asap Riau Kiriman dari Jambi, Menteri Jumhur Tuai Kontroversi
-
8 Contoh Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita
-
Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri
-
Bangkok Rebut Posisi Puncak Destinasi 'Workcation' Global 2026