- Laboratorium independen Valisure menemukan kontaminasi residu benzena karsinogenik pada sejumlah produk sunscreen spray merek besar.
- Paparan benzena melalui inhalasi dan penyerapan kulit dapat meningkatkan risiko leukemia, kanker darah, serta gangguan sumsum tulang.
- Konsumen disarankan beralih menggunakan sunscreen bentuk lotion atau krim untuk menghindari bahaya kontaminasi aerosol.
Suara.com - Sunscreen spray sering menjadi pilihan praktis banyak orang karena mudah diaplikasikan, cepat merata, dan cocok untuk aktivitas luar ruangan. Namun, di balik kemudahannya, muncul temuan mengkhawatirkan terkait keberadaan residu benzena di sejumlah produk ini.
Benzena bukan bahan yang sengaja ditambahkan, melainkan kontaminan yang bisa masuk selama proses produksi. Beberapa tahun terakhir, laboratorium independen seperti Valisure menemukan kadar benzena dalam ratusan batch sunscreen dan produk after-sun.
Sebagian besar yang terkontaminasi adalah formulasi spray atau aerosol. Temuan ini memicu penarikan produk dari merek-merek besar dan mendorong perhatian regulator kesehatan.
Benzena dikenal sebagai zat karsinogenik yang sudah lama dikaitkan dengan gangguan kesehatan serius. Paparan melalui inhalasi saat menyemprotkan produk dan penyerapan melalui kulit membuat risiko lebih tinggi dibanding bentuk lotion.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan jangka panjang penggunaan sunscreen spray sehari-hari.
Artikel ini merangkum bahaya utama residu benzena pada sunscreen spray berdasarkan temuan ilmiah dan data kesehatan yang tersedia. Informasi ini diharapkan membantu konsumen lebih waspada dan memilih produk yang lebih aman.
1. Benzena Merupakan Karsinogen yang Sudah Terbukti
Benzena digolongkan sebagai karsinogen kelompok 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Paparan jangka panjang, bahkan dalam kadar rendah, dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia dan kanker darah lainnya.
Zat ini dapat merusak sumsum tulang dan mengganggu produksi sel darah. Pada produk sunscreen spray, risiko meningkat karena benzena mudah menguap dan terhirup saat aplikasi.
2. Paparan Melalui Inhalasi Lebih Tinggi pada Bentuk Spray
Saat menyemprotkan sunscreen, partikel aerosol menyebar di udara sekitar wajah dan saluran pernapasan. Benzena yang terkandung di dalamnya dapat langsung terhirup.
Baca Juga: 2 Sunscreen Wardah SPF 35 untuk Kulit Sehat dan Cerah Bebas dari Jerawat
Penelitian menunjukkan bahwa formulasi spray lebih sering mengandung kadar benzena lebih tinggi dibanding lotion atau krim. Paparan berulang setiap hari, terutama di area terbuka atau saat beraktivitas di luar, meningkatkan total dosis yang masuk ke tubuh.
3. Penyerapan Melalui Kulit Juga Menjadi Jalur Paparan
Selain dihirup, benzena dapat diserap melalui kulit. Beberapa bahan dalam sunscreen yang dirancang agar mudah meresap justru berpotensi mempercepat masuknya kontaminan ke aliran darah.
Meskipun kadarnya sering dalam rentang parts per million (ppm), penggunaan rutin dalam jangka panjang tetap menjadi perhatian para ahli toksikologi.
4. Gangguan pada Sistem Pembentukan Darah
Paparan benzena kronis dapat menurunkan jumlah sel darah merah, putih, dan trombosit. Kondisi ini berujung pada anemia, penurunan daya tahan tubuh, serta gangguan pembekuan darah.
Efek hematotoksik ini sudah terdokumentasi dengan baik pada pekerja industri yang terpapar benzena, dan menjadi peringatan serius bagi konsumen produk konsumen yang terkontaminasi.
5. Potensi Masalah Kesuburan dan Sistem Saraf
Studi menunjukkan bahwa benzena dapat memengaruhi organ reproduksi dan sistem saraf pusat. Gejala seperti pusing, sakit kepala, dan gangguan konsentrasi bisa muncul pada paparan akut kadar tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bahaya Residu Benzena pada Sunscreen Spray, Bisa Picu Kanker Darah
-
Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak
-
Terjawab! Alasan Teknis Mengapa Vario Evo 160 Tipe Tertinggi Belum Pakai Suspensi Ganda
-
Buruh Pantau 10 Pasal Krusial RUU Ketenagakerjaan, Siap Demo Jika Isinya Merugikan!
-
Lenovo Idea Tab Plus Resmi Dijual di Indonesia, Tablet 12,1 Inci, Harga Mulai Rp6,1 Juta
-
Bye Iritasi! 4 Physical Sunscreen Probiotic Jaga Microbiome Kulit Sensitif
-
Demo 27 Agustus Bikin Transportasi Terganggu, Menhub Pastikan Tak Ada Fasilitas Umum Rusak
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny
-
Vivo X500 Series Resmi Meluncur September 2026, Usung Kamera 200 MP dan Video Sinematik
-
Siap-siap War! Tiket Konser BIGBANG di Jakarta Dijual Mulai Rp1,5 Juta, Cek Harganya di Sini