- Berdasarkan tradisi Primbon Jawa, weton Tulang Wangi adalah sebelas kombinasi hari dan pasaran yang melahirkan kepekaan spiritual.
- Pemilik weton ini diyakini memiliki aura batin yang kuat, intuisi tajam, serta daya tarik terhadap makhluk gaib.
- Masyarakat mempercayai adanya pantangan khusus serta perlunya kehati-hatian bagi pemilik weton tersebut menjelang malam satu Suro.
Suara.com - Dalam tradisi Jawa yang masih hidup hingga kini, weton bukan sekadar kombinasi hari dan pasaran kelahiran. Ia dipercaya sebagai cermin watak, rezeki, hingga sensitivitas batin seseorang.
Di antara 35 kemungkinan weton yang ada, terdapat sekelompok kombinasi yang disebut istimewa: weton Tulang Wangi. Istilah ini kerap muncul menjelang malam 1 Suro dan menjadi perbincangan hangat di kalangan yang masih memegang teguh primbon.
Menurut referensi seperti Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R. Gunasasmita serta berbagai kitab primbon lama lainnya, Tulang Wangi atau yang juga dikenal sebagai balung kuning dan darah manis merujuk pada orang yang lahir dengan kombinasi hari-pasaran tertentu.
Mereka diyakini membawa “keharuman spiritual” sejak lahir—bukan dalam arti fisik, melainkan aura batin yang kuat dan menarik perhatian, baik manusia maupun makhluk gaib.
Kepercayaan ini merupakan warisan leluhur yang menghubungkan petungan weton dengan kepekaan terhadap dimensi astral. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, konsep ini tetap dihormati sebagai bagian dari kearifan lokal Jawa. Banyak yang mengaitkannya dengan intuisi tajam, kharisma alami, serta potensi spiritual yang lebih menonjol dibanding weton lainnya.
Artikel ini akan mengupas arti weton Tulang Wangi, daftar lengkapnya, ciri-ciri, kelebihan, serta pantangan yang sering dibicarakan. Semua informasi disusun berdasarkan sumber-sumber primbon dan pemahaman budaya Jawa yang beredar luas.
Pengertian dan Makna Simbolis Weton Tulang Wangi
Tulang Wangi secara harfiah berarti “tulang yang harum”. Dalam primbon, istilah ini bersifat metaforis. “Tulang” melambangkan kerangka atau landasan kehidupan, sementara “wangi” menggambarkan keharuman jiwa dan energi positif. Orang dengan weton ini dipercaya memiliki daya tarik batin yang kuat sehingga disukai makhluk gaib.
Beberapa menyebutnya sebagai warisan dari garis keturunan orang sakti atau titisan leluhur. Dalam istilah modern, watak ini sering disamakan dengan kepekaan indigo—kemampuan merasakan, mendengar, atau melihat kehadiran astral, meski tidak semua pemiliknya mengalami kemampuan tersebut secara penuh.
Daftar 11 Weton yang Termasuk Tulang Wangi
Tidak semua weton digolongkan sebagai Tulang Wangi. Berdasarkan berbagai referensi primbon, termasuk Primbon Betaljemur Adammakna dan sumber budaya Jawa modern, berikut 11 kombinasi yang paling konsisten disebut:
Baca Juga: 5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
- Senin Kliwon (neptu 12)
- Senin Wage (neptu 8)
- Senin Pahing (neptu 13)
- Selasa Legi (neptu 8)
- Rabu Pahing (neptu 16)
- Rabu Kliwon (neptu 15)
- Kamis Wage (neptu 12)
- Sabtu Wage (neptu 13)
- Sabtu Legi (neptu 14)
- Minggu Pon (neptu 12)
- Minggu Kliwon (neptu 13)
Daftar ini bisa sedikit berbeda antar daerah atau sumber, tetapi kesebelas kombinasi di atas paling sering muncul.
Ciri-ciri Utama Pemilik Weton Tulang Wangi
Orang dengan weton ini umumnya diyakini memiliki kepekaan batin lebih tinggi. Mereka mudah merasakan perubahan suasana atau energi suatu tempat, sering mendapat firasat, dan terkadang mengalami mimpi yang dianggap bermakna.
Secara sosial, banyak yang memiliki aura tenang namun berpengaruh, mudah disukai, serta berjiwa pemimpin. Secara fisik, beberapa sumber menyebutkan penampilan yang menarik dan daya pikat alami.
Menjelang malam 1 Suro, sebagian pemilik weton ini dikaitkan dengan gejala seperti gelisah, emosi berlebih, atau badan terasa pegal.
Kelebihan yang Dipercaya Dimiliki Weton Tulang Wangi
Keistimewaan utama terletak pada intuisi tajam dan sensitivitas spiritual. Mereka dianggap membawa keberuntungan bagi lingkungan sekitar, memiliki kelancaran rezeki, serta karisma yang menunjang pergaulan dan kepemimpinan.
Daya tarik terhadap makhluk gaib juga dipandang sebagai “perlindungan tak kasat mata” jika dijaga dengan laku batin yang baik. Karakter positif seperti kejujuran, ketekunan, dan kepedulian terhadap keluarga sering dikaitkan dengan beberapa weton dalam daftar di atas.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Apa Arti Weton Tulang Wangi dalam Primbon Jawa?
-
Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?
-
My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat
-
5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Api Sore Hari
-
Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi
-
Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru
-
Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV