Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 03 September 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi tahu. (pixabay)
Baca 10 detik
  • Tradisi Tionghoa mengaitkan makanan dengan simbol kemakmuran, keharmonisan, serta keseimbangan energi berdasarkan shio dan lima elemen.
  • Rekomendasi makanan pembawa keberuntungan ditentukan melalui karakteristik simbolis masing-masing shio dan elemen tetapnya.
  • Panduan makanan tradisional tersebut berfungsi sebagai referensi budaya, feng shui, serta astrologi untuk perayaan.

Suara.com - Makanan pembawa keberuntungan sesuai shio kerap dicari ketika seseorang ingin menciptakan suasana yang dianggap lebih harmonis.

Dalam tradisi Tionghoa, makanan bukan hanya soal rasa dan nutrisi, tetapi juga dapat memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kemakmuran, umur panjang, keharmonisan keluarga, hingga keseimbangan energi.

Konsep tersebut berkaitan dengan filosofi Yin-Yang dan Wuxing (Lima Fase/Elemen), yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. British Library menjelaskan bahwa sistem zodiak Tionghoa terdiri dari siklus 12 hewan yang berpadu dengan lima elemen dalam siklus 60 tahun. Dengan demikian, setiap tahun memiliki kombinasi shio, elemen, serta Yin atau Yang. 

Sementara itu, konsep Wuxing sendiri merupakan bagian dari filsafat Tiongkok yang mengelompokkan berbagai proses berdasarkan lima fase, yaitu Wood/Kayu, Fire/Api, Earth/Tanah, Metal/Logam, dan Water/Air.

Stanford Encyclopedia of Philosophy menjelaskan bahwa kelima fase tersebut digunakan untuk memahami hubungan dan perubahan antarkomponen dalam kosmologi Tiongkok.

Lantas, makanan apa yang dipercaya cocok untuk membawa keberuntungan sekaligus membantu menyeimbangkan energi berdasarkan shio?

Mengenal konsep makanan dan energi dalam tradisi Tionghoa

Sebelum melihat makanan berdasarkan shio, penting memahami bahwa rekomendasi ini merupakan bagian dari tradisi budaya, feng shui, astrologi Tionghoa, dan pengobatan tradisional, bukan aturan medis yang terbukti secara klinis dapat mendatangkan keberuntungan.

Dalam pengobatan tradisional Tionghoa, makanan memang memiliki klasifikasi berdasarkan sifat, rasa, dan hubungannya dengan konsep Yin-Yang serta Lima Elemen. Literatur yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food menjelaskan bahwa konsep medicinal food Tiongkok menggunakan teori Yin-Yang, Qi, darah, Lima Elemen, lima rasa, serta sifat makanan seperti dingin, sejuk, netral, hangat, dan panas. 

Penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition mengenai Huang Di Nei Jing atau The Yellow Emperor's Inner Classic juga mencatat bahwa tradisi pengobatan Tiongkok kuno menekankan pola makan yang seimbang dan beragam. 

Baca Juga: 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir

Dalam salah satu kajian mengenai terapi makanan dalam tradisi Tiongkok, keseimbangan rasa dan karakter "panas-dingin" makanan menjadi bagian dari prinsip diet tradisional tersebut. Namun, konsep ini sebaiknya tidak disamakan dengan penjelasan medis modern.

Makanan pembawa keberuntungan sesuai 12 shio

Berikut panduan yang dapat digunakan sebagai referensi budaya dan simbolis, dengan menghubungkan shio dengan elemen tetapnya dan karakter simbolik makanan dalam tradisi Tionghoa.

1. Shio Tikus — elemen Air

Ilustrasi rumput laut Jepang (freepik.com/timolina)

Shio Tikus secara tradisional dikaitkan dengan elemen Air. British Library mencatat bahwa Tikus termasuk dalam siklus shio yang setiap tahunnya bergerak melalui lima elemen. (International Dunhuang Programme)

Untuk simbol keberuntungan, makanan yang berkaitan dengan kelimpahan dan aliran rezeki dapat dipilih, seperti ikan, rumput laut, dan jeruk.

Ikan menjadi pilihan menarik karena dalam tradisi Tahun Baru Imlek, ikan utuh melambangkan kelimpahan atau kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin, kata untuk ikan (yu) memiliki kemiripan bunyi dengan kata yang berkaitan dengan surplus atau kelimpahan.

Load More