- Roti asal Jepang bernama salt bread kini menjadi tren kuliner populer karena memiliki tekstur renyah dan lembut.
- Co-Founder Sunday Batch, Andrian Harjanto, menyatakan para pelaku usaha melakukan inovasi rasa dan variasi penyajian sup pendamping.
- Sunday Batch menggunakan bahan baku berkualitas tinggi dan teknik pemanggangan khusus untuk menjaga standar mutu produk.
Suara.com - Salt bread belakangan semakin sering muncul di etalase toko roti hingga kafe. Roti asal Jepang yang dikenal dengan cita rasa gurih, aroma mentega, serta perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam ini tengah menjadi salah satu tren kuliner yang menarik perhatian.
Daya tarik salt bread tidak hanya terletak pada rasa gurihnya. Tekstur menjadi salah satu alasan roti ini digemari. Bagian luar yang renyah berpadu dengan bagian dalam yang lembut dan buttery membuat pengalaman menyantapnya terasa berbeda dari roti pada umumnya.
Popularitas salt bread juga hadir di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap produk roti artisanal. Konsumen kini tidak hanya mencari makanan yang mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan kualitas bahan, proses pembuatan, keunikan rasa, hingga pengalaman ketika menyantapnya.
Tren ini sejalan dengan perubahan kebiasaan makan masyarakat urban yang semakin menyukai makanan praktis, tetapi tetap menawarkan kualitas dan pengalaman. Roti pun tidak lagi sekadar menjadi pilihan sarapan atau camilan, melainkan dapat menjadi comfort food untuk menemani berbagai momen.
Menariknya, perkembangan salt bread juga mendorong munculnya berbagai inovasi. Jika sebelumnya salt bread lebih banyak dikenal dalam bentuk dan rasa original, kini roti tersebut hadir dengan beragam isian dan perpaduan rasa.
Mulai dari cokelat, keju, buah-buahan, hingga cream cheese, berbagai varian membuat salt bread dapat dinikmati oleh konsumen dengan preferensi rasa yang berbeda.
Bentuknya pun mulai dieksplorasi. Tidak selalu berbentuk gulungan seperti salt bread pada umumnya, sejumlah pelaku usaha menghadirkannya menyerupai donat atau bagel. Perubahan bentuk tersebut bukan hanya memberikan tampilan berbeda, tetapi juga dapat memengaruhi tekstur roti.
Apakah Tren Salt Bread Akan Bertahan Lama?
Di tengah popularitasnya, muncul pertanyaan apakah salt bread akan menjadi tren sesaat atau justru mampu bertahan sebagai salah satu pilihan roti yang digemari masyarakat.
Baca Juga: Novel Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa, Kisah Haru Para Arwah Hewan
Pelaku usaha di bidang ini pun melihat inovasi sebagai salah satu kunci untuk menjaga ketertarikan konsumen.
Co-Founder Sunday Batch, Andrian Harjanto, mengatakan dirinya tentu berharap popularitas salt bread dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Dari sisi saya sebagai pengusaha, tentu saya berharap tren ini akan long lasting. Dan kami siap dengan segala inovasi yang akan membuat produk kami disukai,” ujar Andrian.
Menurut dia, inovasi tidak hanya bisa dilakukan melalui varian rasa, tetapi juga dari cara menikmati salt bread. Salah satu yang kini dikembangkan adalah menjadikan roti tersebut sebagai pendamping sup.
“Jadi kita punya 3 varian sup, Sunday Soup, Cream Mushroom Soup, dan Black Sticky Rice Soup. Sup ini buat cocolan salt bread. Makannya pakai salt bread yang original,” kata Andrian.
Konsep tersebut menawarkan cara berbeda menikmati salt bread. Roti yang renyah dan buttery dapat dicocolkan ke sup hangat, sehingga menghasilkan perpaduan tekstur dan rasa yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!
-
Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung
-
Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru
-
Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21