3 Cara Lindungi Kulit dan Tubuh dari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 12:32 WIB
Permintaan masker di kawasan Jakarta Selatan melonjak setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sampai ke langit ibu kota sejak Minggu (6/9/2026). (Suara.com/Adiyoga)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau membawa ancaman abu vulkanik bagi masyarakat.

  • Menkes imbau warga tetap di rumah dan menggunakan masker saat keluar.

  • Begini cara tepat melindungi kulit dari bahaya paparan abu vulkanik.

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak pada pembatalan penerbangan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat hujan abu vulkanik.

Berbeda dengan debu biasa, abu vulkanik mengandung partikel silika tajam yang bisa merusak kulit dan mata jika tidak ditangani dengan benar.

Pastikan seluruh permukaan kulit terlindungi dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat berakvitas di luar ruangan.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada.

Ia menekankan pentingnya perlindungan fisik bagi warga yang berada di wilayah terdampak.

"Lindungi pernapasan kita. Usahakan diam di dalam rumah dulu, pastikan pintu dan jendela tertutup. Kalau memang terpaksa harus keluar, wajib pakai masker," kata Menkes Budi Gunadi melalui unggahan di Instagram resminya.

Lantas, bagaimana cara efektif melindungi kulit dan tubuh dari serangan abu vulkanik ini? Simak panduan lengkapnya berikut ini.

1. Gunakan Pakaian Tertutup Rapat

Saat berada di luar ruangan, pastikan seluruh permukaan kulit terlindungi. Gunakan perlengkapan wajib berikut:

  • Baju Lengan Panjang & Celana Panjang: Pilih bahan yang rapat untuk mencegah partikel tajam abu menempel langsung ke pori-pori kulit.
  • Topi: Gunakan topi untuk melindungi kulit kepala dan rambut dari endapan debu vulkanik yang bersifat asam.
  • Kacamata Pelindung (Goggles): Hindari iritasi mata. Menkes Budi juga mengingatkan agar pengguna lensa kontak segera melepasnya dan beralih ke kacamata biasa.

2. Jangan Menggosok Kulit yang Terpapar

Jika kulit Anda terkena abu, hal terpenting adalah jangan menggosoknya. Karena partikel abu vulkanik sangat tajam, menggosok kulit justru akan menyebabkan luka lecet atau iritasi serius.

  • Bilas Air Mengalir: Segera cuci bagian kulit yang terpapar menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.
  • Ganti Bakaian: Setelah beraktivitas di luar, segera lepas pakaian dan langsung dicuci. Jangan membawa pakaian berdebu ke dalam ruang tidur.

3. Masker KN95

Dishub DKI Jakarta mengimbau warga menggunakan masker KN95 atau setara untuk menyaring partikel halus.

Dishub DKI Jakarta juga meemberikan tips tambahan agar perlindungan lebih maksimal, yakni dengan cara basahi sedikit masker agar lebih lembap sehingga partikel abu lebih mudah tertahan di lapisan luar.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com