Mengenal Perbedaan Humektan, Emolien, dan Oklusif dalam Pelembap yang Punya Fungsi Berbeda

Rabu, 09 September 2026 | 10:45 WIB
Ilustrasi pelembap. (Freepik/freepik)
  • Pelembap mengandung humektan untuk menarik air ke dalam lapisan terluar kulit guna meningkatkan hidrasi.
  • Emolien berfungsi sebagai pengisi celah pada permukaan kulit agar terasa lebih halus dan lembut.
  • Bahan oklusif membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan air dari permukaan kulit secara efektif.

Suara.com - Di dalam pelembap terdapat berbagai bahan dengan mekanisme kerja berbeda untuk membantu menjaga fungsi skin barrier. Tiga kelompok bahan yang umum ditemukan adalah humektan, emolien, dan oklusif.

Memahami perbedaan humektan, emolien, dan oklusif dalam pelembap dapat membantu kamu memilih produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan kulit.

Mari simak penjelasannya berikut.

Humektan menarik dan mempertahankan air

Humektan merupakan bahan yang bekerja dengan menarik air menuju lapisan terluar kulit atau stratum korneum.

"Bayangkan bahan-bahan yang bekerja seperti magnet, menarik air ke dalam kulit Anda. Itulah cara kerja humektan," demikian dikutip dari laman Derma Care Direct.

Dengan demikian, humektan membantu meningkatkan kadar air pada kulit sehingga terasa lebih kenyal dan terhidrasi.

Beberapa contoh humektan yang umum ditemukan dalam produk skincare adalah gliserin, hyaluronic acid, urea, panthenol, sorbitol, dan propylene glycol.

Humektan umumnya cocok untuk kulit berminyak atau kombinasi serta mengalami dehidrasi atau terasa kering akibat kekurangan air. Namun, humektan bukan berarti otomatis mencegah air menguap dari permukaan kulit.

Karena itu, formulasi pelembap biasanya menggabungkan humektan dengan emolien atau oklusif untuk mempertahankan kelembapan lebih lama.

Emolien menghaluskan dan melembutkan kulit

Fungsi utama emolien adalah untuk melembutkan dan menghaluskan permukaan kulit.

Jadi, jika humektan lebih berfokus pada menarik air, emolien dapat dibayangkan seperti “pengisi celah” yang membuat permukaan kulit terasa lebih lembut.

Contoh bahan yang dapat berperan sebagai emolien antara lain squalene, cholesterol, fatty acids, fatty alcohols, dan beberapa jenis minyak.

Emolien juga dapat membantu memperbaiki tampilan kulit yang kasar atau terasa tidak nyaman akibat kekeringan. Emolien sangat penting untuk menjaga kilau kulit yang sehat dan tampak awet muda.

"Produk ini ibarat selimut yang memberikan kenyamanan maksimal bagi kulit Anda; produk ini memperbaiki dan memperkuat pelindung kulit, yang sangat bermanfaat terutama bagi kulit kering atau kulit yang rentan terhadap eksim," demikian penjelasan di laman Derma Care Direct.

Oklusif membantu mengunci kelembapan

Oklusif bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Lapisan tersebut membantu mengurangi transepidermal water loss (TEWL) atau penguapan air dari kulit.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com