6 Cara Membedakan Flek Hitam Biasa dengan Nevus of Hori

Kamis, 10 September 2026 | 17:15 WIB
ilustrasi flek hitam (magnific)
  • Nevus of Hori merupakan bintik abu-abu kebiruan simetris di pipi wanita Asia dewasa usia 20–40 tahun.
  • Flek hitam biasa berada di epidermis dangkal dan mudah memudar menggunakan krim pencerah kulit topikal.
  • Nevus of Hori terletak di lapisan dermis sehingga memerlukan penanganan khusus berupa terapi laser.

Suara.com - Flek hitam di wajah sering membuat banyak orang khawatir karena tampilannya yang mengganggu estetika. Kondisi ini bisa berupa bintik kecil, bercak coklat, atau noda gelap yang muncul akibat paparan sinar matahari, hormon, atau bekas peradangan.

Namun, tidak semua flek hitam sama. Ada jenis yang lebih dalam dan spesifik seperti Nevus of Hori, yang sering disalahartikan sebagai flek biasa atau melasma.

Nevus of Hori, juga dikenal sebagai Acquired Bilateral Nevus of Ota-like Macules (ABNOM), merupakan bentuk melanocytosis dermal yang didapat. Kondisi ini lebih sering menyerang wanita Asia usia dewasa, biasanya mulai muncul di usia 20–40 tahun.

Ciri khas Nevus of Hori adalah bintik-bintik kecil berwarna abu-abu kebiruan atau coklat keabu-abuan yang tersebar simetris di kedua sisi wajah, terutama di area tulang pipi. Sementara itu, flek hitam biasa mencakup freckles (ephelides), lentigo matahari (solar lentigo), hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), atau bahkan melasma ringan.

Flek jenis ini umumnya terletak di lapisan epidermis yang lebih dangkal sehingga lebih mudah merespons perawatan topikal. Perbedaan kedalaman pigmentasi inilah yang membuat penanganan keduanya sangat berbeda.

Mengidentifikasi dengan tepat sangat penting karena perawatan yang salah bisa memperburuk kondisi atau membuang waktu serta biaya. Berikut cara-cara praktis untuk membedakan flek hitam biasa dengan Nevus of Hori berdasarkan ciri visual, lokasi, onset, dan respons terhadap perawatan.

ilustrasi flek hitam (magnific)

1. Perhatikan Warna dan Nuansa Pigmen

Flek hitam biasa biasanya berwarna coklat muda hingga coklat tua yang relatif homogen. Freckles cenderung lebih terang dan berubah gelap saat terkena sinar matahari, sementara solar lentigo lebih gelap dan tegas.

Sebaliknya, Nevus of Hori memiliki nuansa biru-abu, slate-gray, atau coklat kebiruan. Warna biru-keabuan ini muncul karena melanin berada di lapisan dermis yang lebih dalam, menciptakan efek optik Tyndall. Semakin lama kondisi berlangsung, warnanya cenderung semakin keabu-abuan.

2. Amati Bentuk dan Pola Penyebaran

Flek hitam biasa sering muncul sebagai bintik-bintik kecil bulat atau oval dengan batas relatif tegas (seperti freckles), atau bercak lebih luas dengan tepi tidak beraturan (seperti melasma).

Nevus of Hori tampil sebagai multiple macules kecil yang spekled (berbintik-bintik) atau kadang menyatu menjadi area lebih besar. Polanya khas: tersebar secara simetris di kedua sisi wajah, terutama regio zygomatic (tulang pipi), pelipis, kelopak mata, dan pangkal hidung. Batasnya kurang jelas dibandingkan lentigo.

3. Periksa Lokasi Kemunculan

Flek hitam biasa bisa muncul di mana saja yang terpapar matahari, seperti dahi, hidung, lengan, atau bekas jerawat. Melasma cenderung di area centrofacial (pipi, dahi, atas bibir) secara simetris.

Nevus of Hori sangat spesifik di area wajah tengah bilateral, terutama tulang pipi, tanpa melibatkan mukosa mata, mulut, atau hidung. Tidak ada pigmentasi pada sklera atau konjungtiva, berbeda dengan Nevus of Ota.

4. Pertimbangkan Usia Onset dan Faktor Pemicu

Freckles biasanya muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja dan dipengaruhi genetik serta UV. Solar lentigo lebih sering setelah usia 30–40 tahun akibat akumulasi sinar matahari. Melasma terkait hormon (kehamilan, kontrasepsi) dan UV.

Nevus of Hori muncul di usia dewasa (paling sering 20–40 tahun), lebih dominan pada wanita Asia, dengan faktor genetik, hormon, dan paparan UV sebagai pemicu. Kondisi ini jarang memudar secara alami meskipun terlindungi dari matahari.

5. Uji Respons terhadap Perawatan Topikal

Flek hitam biasa yang epidermal (freckles, PIH, melasma ringan) sering merespons krim pencerah mengandung hydroquinone, retinoid, vitamin C, arbutin, atau asam kojic dalam beberapa minggu hingga bulan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com