Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB
Ilustrasi cara menghitung hari baik pindah rumah menurut Primbon Jawa. [Unsplash/Dina Badashmina]
  • Artikel ini membahasc cara menentukan hari baik saat pindah rumah menurut Primbon Jawa dan weton.
  • Metode Catursuda menjumlahkan neptu penghuni dan hari pindahan, lalu dibagi empat untuk melihat sisa hasilnya.
  • Sisa pembagian Catursuda menentukan kategori hari yang dipercaya membawa dampak tertentu bagi kehidupan penghuni rumah.

Selanjutnya, tentukan kandidat hari pindahan dan hitung neptunya.

Misalnya memilih Jumat Legi, yang memiliki neptu 6 + 5 = 11. Kemudian jumlahkan dengan neptu penghuni:

25 + 11 = 36.

3. Bagi dengan Angka 4

Dalam metode Catursuda, hasil tersebut kemudian dibagi 4. Perhatikan sisa pembagiannya:

Sisa 1 – Guru: dipercaya membawa kelancaran rezeki, keselamatan, dan kehidupan yang sejahtera.
Sisa 2 – Ratu: dipercaya berkaitan dengan rezeki, kewibawaan, keharmonisan, dan kehidupan yang baik.
Sisa 3 – Rogoh: secara tradisional dianggap kurang baik karena dikaitkan dengan masalah keamanan dan ketidakharmonisan.
Sisa 0 – Sempoyong: dipercaya menggambarkan kehidupan yang kurang stabil dan mudah mengalami kegelisahan.

Pada contoh sebelumnya, 36 ÷ 4 = 9 dengan sisa 0. Berdasarkan metode tersebut, Jumat Legi masuk kategori Sempoyong, sehingga dianggap kurang baik untuk pindahan.

Karena itu, seseorang yang mengikuti perhitungan ini dapat mencari kandidat hari lain hingga memperoleh hasil sisa 1 atau 2, yang dalam tradisi tersebut dianggap lebih baik.

Perhitungan weton dan Primbon Jawa merupakan kepercayaan dan warisan budaya, sehingga tidak dapat menjadi jaminan mengenai rezeki, keselamatan, atau keberhasilan seseorang setelah pindah rumah

Dalam praktiknya, kesiapan finansial, keamanan rumah, kondisi lingkungan, serta kesepakatan seluruh anggota keluarga tetap penting dipertimbangkan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com