Ciri-Ciri Kulit Wajah Over Cleansing Akibat Terlalu Sering Cuci Muka

Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB
ilustrasi overcleansing [Magnific]
  • Proses pembersihan wajah yang berlebihan dengan pembersih keras atau air panas menyebabkan kondisi *over cleansing* pada kulit.
  • Dampak *over cleansing* meliputi kulit terasa kencang, kering, mengelupas, perih, sensitif, memerah, kasar, hingga memperburuk jerawat.
  • Mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi mencuci wajah, menggunakan pembersih lembut, dan mengaplikasikan pelembap.

Suara.com - Mencuci muka memang menjadi salah satu langkah penting dalam perawatan kulit. Namun, terlalu sering mencuci wajah justru bisa membuat kulit mengalami over cleansing atau pembersihan berlebihan.

Kondisi ini terjadi ketika kulit terlalu sering terkena proses pembersihan, terutama jika menggunakan sabun atau facial wash yang cukup keras, air panas, atau menggosok wajah terlalu kuat.

Lantas, apa saja ciri-ciri kulit wajah mengalami over cleansing?

ilustrasi sabun cuci muka (magnific)

Apa itu over cleansing?

Over cleansing adalah kondisi ketika proses membersihkan kulit dilakukan secara berlebihan sehingga minyak alami dan komponen pelindung pada permukaan kulit ikut berkurang.

Dermatolog Kathryn Anderson, MD, dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa mencuci wajah terlalu sering memang dapat terjadi karena setiap kali wajah dicuci, bukan hanya kotoran yang dibersihkan, tetapi sebagian minyak alami kulit juga ikut terangkat. Kondisi tersebut dapat membuat kulit menjadi lebih kering.

American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan agar wajah dicuci maksimal dua kali sehari, yakni pagi dan malam, serta setelah berkeringat banyak. AAD merekomendasikan penggunaan pembersih wajah yang lembut dan tidak abrasif.

Ciri-ciri kulit wajah mengalami over cleansing

Berikut beberapa tanda yang bisa muncul ketika kulit terlalu sering dibersihkan.

1. Kulit terasa kencang setelah cuci muka

Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah kulit terasa sangat kencang atau tertarik setelah mencuci muka.

Sensasi tersebut bukan berarti wajah benar-benar lebih bersih. Pembersih yang terlalu keras atau proses mencuci yang terlalu sering dapat menghilangkan sebagian lipid alami yang membantu menjaga kelembapan kulit.

Penelitian yang dipublikasikan di Dermatologic Therapy menjelaskan bahwa pembersih dengan surfaktan tertentu dapat memengaruhi protein dan lipid kulit sehingga berpotensi menyebabkan rasa kencang setelah mencuci wajah, kulit kering, iritasi hingga gatal.

2. Kulit menjadi kering dan mudah mengelupas

Kulit yang sebelumnya normal atau berminyak dapat berubah menjadi kering, kasar bahkan mengalami pengelupasan.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan terganggunya skin barrier. Cleveland Clinic menyebut kulit dengan barrier yang mengalami kerusakan dapat menunjukkan tanda seperti kering, bersisik, kasar, iritasi, gatal dan sensitif.

3. Wajah terasa perih atau menyengat

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com