Liburan ke Vietnam Tanpa Banyak Drama, Ada Teknologi yang Bekerja Sebelum Pesawat Mengudara

Kamis, 17 September 2026 | 19:39 WIB
Pesawat VietJet Air (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Vietjet memperluas kerja sama teknologi kedirgantaraan dengan Thales dan CFM International guna meningkatkan keandalan serta efisiensi armada pesawatnya.
  • Kolaborasi tersebut mencakup perawatan mesin, penerapan kecerdasan buatan, digitalisasi penerbangan, dan pengembangan tenaga ahli teknik lokal di Vietnam.
  • Vietjet menyediakan penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali ke Vietnam untuk memperkuat konektivitas wisatawan menjelang ekspansi layanan internasional.

Suara.com - Perjalanan ke luar negeri kini bukan hanya soal memilih destinasi dan mencari tiket dengan harga yang sesuai. Di balik pengalaman terbang yang terasa semakin praktis, ada berbagai teknologi dan sistem pendukung yang bekerja agar perjalanan tetap nyaman, aman, dan dapat diandalkan.

Hal tersebut menjadi bagian dari langkah Vietjet yang memperluas kerja sama dengan dua perusahaan teknologi kedirgantaraan, Thales dan CFM International. Kerja sama tersebut mencakup perawatan pesawat dan mesin, komponen penerbangan, penerbangan digital, artificial intelligence (AI), hingga keamanan siber.

Bagi penumpang, berbagai istilah teknis tersebut mungkin terdengar jauh dari pengalaman liburan. Namun, kapabilitas di balik layar memiliki kaitan dengan satu hal yang penting dalam perjalanan: kesiapan pesawat dan kelancaran operasional.

Melalui kerja sama dengan Thales, misalnya, Vietjet menandatangani kontrak Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) dengan skema Repair-By-The-Hour (RBTH). Layanan tersebut mencakup perawatan komponen untuk sejumlah pesawat Airbus yang digunakan Vietjet, mulai dari A320 dan A321 hingga A321neo, A321XLR, A330, dan A330neo.

Kerja sama ini ditujukan untuk membantu meningkatkan keandalan teknis dan ketersediaan armada, sekaligus membuat proses perawatan lebih efisien.

Tak berhenti di urusan perawatan, Vietjet dan Thales juga mengeksplorasi penerapan teknologi digital, AI, avionik, dan keamanan siber dalam operasional maskapai. Salah satunya melalui solusi cloud yang aman, analitik prediktif, serta teknologi yang dapat membantu pengambilan keputusan dalam operasional penerbangan.

Dengan begitu, teknologi tidak hanya hadir sebagai sesuatu yang terlihat oleh penumpang di dalam kabin. Banyak bagian penting justru bekerja tanpa disadari selama perjalanan berlangsung.

Di sisi lain, Vietjet bersama CFM International juga mengeksplorasi kemungkinan pengembangan kapabilitas MRO untuk mesin LEAP di Vietnam. Melalui Letter of Intent (LOI), CFM akan memberikan layanan konsultasi untuk menilai kebutuhan, infrastruktur, tenaga kerja, hingga aspek industri yang dibutuhkan apabila perawatan mesin tersebut dikembangkan secara lokal.

CEO Vietjet Nguyen Thanh Son menilai penguatan kemampuan teknis menjadi bagian penting dari pertumbuhan industri penerbangan.

“Industri penerbangan yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar armada modern dan jaringan yang luas,” ungkapnya.

Menurutnya, industri juga membutuhkan keahlian teknis serta sumber daya manusia dengan keterampilan tinggi. Karena itu, kerja sama dengan CFM diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kapabilitas perawatan mesin generasi terbaru sekaligus menciptakan talenta teknik berkelas dunia di Vietnam.

Bagi wisatawan Indonesia, perkembangan tersebut hadir bersamaan dengan semakin terbukanya konektivitas menuju Vietnam. Vietjet menghubungkan Indonesia dengan Vietnam melalui penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.

Konektivitas ini membuat Vietnam semakin mudah dijadikan pilihan untuk perjalanan singkat maupun liburan lebih panjang. Dari suasana kota Hanoi yang kental dengan sejarah, kuliner jalanan, hingga hiruk-pikuk Ho Chi Minh City, wisatawan Indonesia memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi negara tersebut tanpa harus selalu mengandalkan penerbangan lanjutan.

Pada akhirnya, pengalaman liburan yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat saat pesawat sudah mengudara. Ada teknologi, perawatan, sistem digital, dan tenaga ahli yang bekerja jauh sebelum wisatawan duduk di kursi pesawat.

Penguatan berbagai kapabilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan Vietjet menghadapi ekspansi armada dan jaringan internasional. Indonesia pun tetap menjadi salah satu bagian dari konektivitas tersebut, seiring maskapai memperluas jangkauannya di kawasan Asia-Pasifik dan mempersiapkan layanan pertamanya menuju Eropa pada Oktober mendatang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com