- Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan kolaborasi wayang dan Pokemon di Jakarta pada Senin, 14 September 2026.
- Kolaborasi budaya tersebut bertujuan mempercepat pengenalan wayang tradisional Indonesia kepada masyarakat luas melalui jaringan global Pokemon.
- The Pokemon Company juga menghadirkan proyek baru lainnya seperti Pokemon RUN 30 serta dukungan bahasa Indonesia pada game.
Suara.com - Wayang Indonesia akan bertemu dengan salah satu karakter budaya pop global, Pokemon. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proyek baru The Pokémon Company (TPC) di Indonesia untuk tahun fiskal 2026-2027.
Pertemuan dua dunia yang berbeda ini bukan sekadar soal menghadirkan karakter Pokemon dalam pertunjukan tradisional. Kolaborasi tersebut juga membawa misi mempertemukan budaya Indonesia dengan intellectual property (IP) yang telah dikenal luas di berbagai negara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kolaborasi antara wayang dan Pokemon sebagai bentuk akulturasi budaya baru.
“Kolaborasi antara budaya Indonesia, khususnya wayang, dengan Pokemon sebagai IP yang telah mendunia merupakan bentuk akulturasi budaya baru,” kata Fadli Zon dalam konferensi pers The Pokémon Company di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Fadli, pertemuan budaya tradisional dengan karakter yang dekat dengan generasi masa kini dapat membuka peluang bagi wayang untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengenalan wayang kepada masyarakat dunia melalui sebuah IP yang memiliki jangkauan global,” ujarnya.
Wayang Punya Sejarah Panjang di Nusantara
Fadli mengatakan, wayang merupakan bagian dari tradisi Nusantara yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah budaya Indonesia.
Tradisi tersebut telah berkembang selama ratusan hingga sekitar seribu tahun dan hadir dalam beragam bentuk serta ekspresi di berbagai daerah.
Keberagaman tersebut, menurut Fadli, menunjukkan bahwa budaya Indonesia bukan sesuatu yang berhenti pada satu bentuk. Wayang juga berkembang melalui berbagai proses akulturasi sepanjang perjalanan sejarahnya.
“Wayang merupakan bagian dari tradisi Nusantara yang telah berkembang selama ratusan hingga sekitar seribu tahun dan mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Dengan berbagai bentuk dan ekspresinya di berbagai daerah, wayang menunjukkan bagaimana budaya Indonesia terus berkembang melalui proses akulturasi,” tuturnya.
Bukan Sekadar Hiburan
Di tengah perkembangan budaya pop dan hiburan digital, wayang juga memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tontonan.
Fadli menilai wayang selama ini menjadi salah satu medium yang digunakan untuk menyampaikan berbagai nilai kehidupan kepada masyarakat.
“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Wayang menjadi medium yang mudah diterima masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral, kemanusiaan, dan kebaikan,” kata dia.