Suara.com - Sebuah kompetisi sering kali identik dengan mengincar kemenangan dan menjadi yang terbaik. Namun, FestVent Volume 3 2026 mencoba membawa makna kompetisi ke arah yang berbeda.
Acara ini ingin menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengekplorasi minat, menunjukkan kreativitas, hingga mengembangkan potensi diri.
Tahun ini program studi Event Management Politeknik Multimedia Nusantara angkatan 2024 kembali menyelenggarakan FestVent Vol.3 yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 17—19 September 2026, di Politeknik Multimedia Nusantara, Tangerang.
Dengan mengusung tema "Own the Street, Own the Game", acara tahunan ini sengaja menghadirkan perpaduan olahraga, kompetisi, pameran dalam satu rangkaian acara.
Selaku ketua panitia FestVent Vol.3 sekaligus mahasiswa Event Management, Valerie Chloe, mengatakan konsep kompetitif pada tahun ini tidak ingi hanya sekadar diresapi sebagai persaingan antarpeserta.
"Kompetitif itu bukan cuma untuk melawan orang lain, tetapi juga untuk membuat diri kita lebih baik lagi," jelas Valerie.
Mendorong Anak Muda untuk Keluar dari Zona Nyaman
Menurut Valerie, konsep tersebut relevan dengan semangat anak muda untuk terus melakukan pengembangan diri. Peserta nantinya diharapkan tidak sekadar bertahan pada kondisi yang sudah mereka jalani, tetapi juga memiliki dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Ia mengatakan bahwa penyelenggara ingin sekali para peserta ini dapat menjadi pribadi atau orang yang lebih percaya diri sekaligus punya ruang untuk mengekpresikan diri.
"Kami ingin mereka bisa merasa lebih pede (percaya diri) lagi, mereka bisa menjadi individu yang lebih baik lagi," katanya.
Makanya, dari keinginan itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam tema acara tersebut. Mereka ingin konsep ini dilihat sebagai upaya untuk menciptakan pengalaman yang sesuai dengan karakteristik peserta yang jadi sasaran acara tersebut.
Tidak hanya fokus pada satu kompetisi saja, FestVent Vol. 3 turut menghadirkan berbagai kompetisi, seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), futsal, dance, dan open style group.
Berbagai kompetisi ini dihadirkan dengan maksud memberi ruang kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan. Selain itu, untuk mendorong perkembangan diri.
Berbeda dari FestVent Volume Sebelumnya
Perbedaan paling mencolok dari FestVent tahun-tahun sebelumnya terletak pada fokus yang diambil. Kali ini acara tersebut pada aspek competitiveness.
Valerie memaparkan bahwa setiap volume memiliki fokus yang berbeda-beda.
FestVent Volume 1 yang digelar pada 2024 berfokus pada musik. Sementara itu, volume kedua mengangkat tema energi. Lalu volume ketiga inilah, penyelenggara memilih competitiveness sebagai payung utama.
Ia menilai gagasan tersebut muncul melalui proses pitching yang dilakukan bersama tim sebelum penyelenggaraan dimulai. Dalam proses tersebut, mereka mencari cara untuk mengembangkan konsep FestVent agar tidak hanya mengulang-ulang apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
"Karena kan itu yang diinginkan dari event. Kita jangan sama-sama aja kayak yang lain. Kita tuh harus berbeda, cari pembedanya," tuturnya.
Belajar Mengelola Event dari Nol
Di balik konsep dan berbagai kompetisi yang dihadirkan, penyelenggaraan FestVent ternyata menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Event Management.
FestVent merupakan acara tahunan yang merupakan bagian dari Project Based Learning.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik dengan menghadapi situasi yang menyerupai dunia industri, mulai dari mencari sponsor dan exhibitor hingga bekerja sama dengan klien.
Valerie mengaku dengan adanya pengalaman tersebut diharapkan mampu menjadikan mahasiswa untuk memiliki bekal maupun persiapan sebelum benar-benar terjun ke industri event.
Namun, proses penyelenggaraannya bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah pendanaan yang harus dicari secara mandiri oleh mahasiswa. Menghadapi kendala itu, mereka tetap mengusahakan dan memperoleh dukungan dari kampus maupun dosen.
"Kami tuh memulai semuanya dari nol," ungkapnya.
Menurutnya, dukungan tim juga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu para mahasiswa melewati berbagai kekhawatiran selama proses persiapan.
Kini, setelah FestVent Volume 3 terlaksana, Valerie berharap mahasiswa yang nantinya melanjutkan penyelenggaraan FestVent Volume 4 ini tidak takut untuk mengambil risiko maupun tantangan baru.
"Walaupun pertama kali kalian menyelenggarakan event, jangan takut karena ada orang-orang yang akan men-support kalian," tekannya.
Di samping itu, Valerie mengajak khalayak ramai untuk datang dan mengikuti berbagai kegiatan yang disediakan. Mulai dari kompetisi hingga bazar.
Ia berharap pengunjung dapat menikmati pengalaman sekaligus merasakan semangat untuk menjadi individu yang lebih baik.
Penulis: Inesia Dian