- Polytron meluncurkan AC Neuva Pro berfitur Voice Sense yang memungkinkan pengguna memberikan perintah suara offline tanpa internet.
- AC Neuva Pro berdaya 310 Watt tersebut menghadirkan pendinginan cepat, penyaringan udara lengkap, dan garansi sepuluh tahun kompresor.
- Polytron merayakan ulang tahun ke-51 pada 19–20 September 2026 melalui Polytron Fest di Jakarta dengan kampanye sosial.
Namun, kenyamanan di dalam rumah tentu tidak berhenti pada suhu.
Udara yang kita hirup juga menjadi bagian dari pengalaman tinggal di sebuah ruang. Karena itu, Neuva Pro dilengkapi kombinasi High Density Dust Filter yang diklaim mampu menyaring debu hingga 90 persen, Carbon Filter untuk membantu menghilangkan bau tidak sedap, serta HEPA Filter yang dirancang untuk mencegah penyebaran bakteri.
Dari sisi material, Polytron menggunakan 100 persen tembaga dengan lapisan Hydrophilic Aluminium atau Gold Fin pada kondensor dan evaporator. Menurut Polytron, lapisan tersebut membantu meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
Untuk durabilitas, produk ini juga disertai garansi service AC selama 10 tahun untuk kompresor dan tiga tahun untuk spare part, termasuk evaporator dan remote AC.
Dengan begitu, teknologi yang ditawarkan bukan hanya tentang membuat udara dingin. Ada upaya untuk menjawab kebutuhan yang lebih luas: praktis digunakan, cepat memberikan kenyamanan, memperhatikan konsumsi energi, serta mendukung kualitas udara di dalam ruangan.
Dari Perangkat Elektronik hingga Bagian dari Keseharian
Jika ditarik lebih jauh, perubahan seperti ini sebenarnya mencerminkan bagaimana hubungan masyarakat dengan perangkat elektronik ikut berkembang.
Teknologi rumah tangga dahulu mungkin cukup dinilai dari apakah sebuah perangkat bisa bekerja dengan baik. Kini, pengalaman menggunakannya menjadi bagian yang semakin penting. Semakin banyak aktivitas yang harus dijalani dalam satu hari, semakin berharga pula kemudahan yang dapat mengurangi urusan-urusan kecil.
Gagasan tersebut sejalan dengan perjalanan Polytron yang memasuki usia 51 tahun pada 2026.
Berdiri di Kudus pada 1975, Polytron memulai perjalanannya sebagai produsen televisi hitam-putih. Kini, perusahaan elektronik nasional tersebut memiliki lini produk yang lebih luas, mulai dari perangkat rumah tangga dan hiburan hingga kendaraan listrik serta laptop Luxia.
Dalam keseharian sebuah keluarga, ekosistem tersebut bahkan dapat hadir dari pagi hingga malam. AC digunakan ketika memulai hari, oven listrik membantu menyiapkan makanan, kendaraan digunakan untuk bepergian, laptop dan monitor mendukung pekerjaan, kemudian televisi, dispenser, hingga speaker kembali menemani waktu di rumah.
Perjalanan itu menunjukkan satu hal sederhana: kebutuhan masyarakat berubah, dan teknologi pun harus ikut bergerak.
“Bangga Terus Melangkah”
Semangat untuk terus bergerak tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-51 Polytron melalui Polytron Fest 51st Anniversary yang digelar di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 19–20 September 2026.
Dalam perayaan tersebut, Polytron meluncurkan kampanye “Bangga Terus Melangkah”, sekaligus berkolaborasi dengan MALIQ & D'Essentials dalam sebuah proyek music video yang akan segera tayang.
Menurut Polytron, kolaborasi tersebut dipilih karena keduanya memiliki benang merah berupa perjalanan panjang, kemampuan untuk terus eksis dan relevan, serta konsistensi menginspirasi lintas generasi.
Pesan tentang terus melangkah juga diterjemahkan melalui gerakan sosial “5.100 Langkah Baik” bersama Kitabisa.com. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan melakukan repost unggahan kampanye Polytron, menuliskan alasan mengenai “langkah baik” versi mereka, kemudian membagikannya melalui Instagram Story.
Setiap satu share akan dikonversikan menjadi donasi Rp51.000. Donasi tersebut akan disalurkan untuk beasiswa pendidikan dan bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM yang membutuhkan.
Di titik ini, “terus melangkah” tidak hanya berbicara tentang perjalanan sebuah perusahaan atau inovasi produk. Ia juga berbicara tentang kehidupan sehari-hari: bagaimana seseorang terus bekerja, belajar, mengurus keluarga, membangun usaha, dan menjalani berbagai peran dengan segala tantangannya.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan perjalanan lebih dari 50 tahun menunjukkan bahwa Polytron tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh dengan kepercayaan masyarakat.
“Melalui strategi 3i: Invention, Innovation, dan Improvement, dengan personalisasi produk yang relevan bagi setiap generasi, kami ingin terus menjadi bagian dari kisah hidup masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Pada akhirnya, teknologi rumah mungkin tidak harus selalu terasa spektakuler. Terkadang, inovasi justru hadir dalam bentuk yang sederhana, seperti saya yang tidak perlu mencari remote ketika ingin menyalakan AC, tidak perlu menunggu terlalu lama sampai ruangan terasa sejuk, atau memiliki perangkat yang semakin mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan penggunanya.
Sebab, rumah yang nyaman bukan hanya tentang benda-benda yang ada di dalamnya. Ia juga tentang bagaimana benda-benda tersebut membantu penghuninya menjalani kehidupan dengan sedikit lebih mudah.
Dan mungkin, di situlah makna “terus melangkah” menemukan bentuknya yang paling dekat dengan keseharian: teknologi terus bergerak mengikuti manusia, sementara manusia tetap punya ruang untuk melangkah lebih jauh.