Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Selasa, 22 September 2026 | 13:41 WIB
Ilustrasi pakai krim malam (Pexels/Andrea Piacquadio)
BACA 10 DETIK
  • Dokter spesialis kulit dr. Michael Ang menyatakan penggunaan krim malam bergantung pada kandungan aktif produk tersebut.
  • Krim malam yang mengandung retinoid sebaiknya digunakan pada malam hari karena meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
  • Pekerja shift malam yang menggunakan retinoid wajib menghindari paparan matahari atau membersihkannya sebelum beraktivitas di luar.

Suara.com - Bagi pekerja shift malam, waktu tidur memang bisa berubah menjadi siang hari. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah krim malam boleh dipakai saat tidur siang atau ketika bekerja pada malam hari?

Jawabannya ternyata tidak semata-mata ditentukan oleh jam pada saat krim digunakan. Yang lebih penting adalah melihat komposisi atau kandungan aktif di dalam krim malam, terutama jika produk tersebut mengandung retinoid.

Dokter spesialis kulit dr. Michael Ang menjelaskan, penggunaan krim malam pada dasarnya perlu disesuaikan dengan kandungannya.

“Tergantung dari komposisi krim malamnya ya, kalau krim malamnya mengandung retinoid acid baiknya dipakai saat malam hari. Kalau terpaksa menggunakannya di siang hari, pastikan setelah penggunaannya tidak terpapar sinar matahari.”

Jadi, bolehkah krim malam dipakai saat tidur siang?

krim malam (magnific)

Jika seseorang bekerja pada malam hari dan baru tidur pada pagi atau siang hari, penggunaan krim malam tidak otomatis menjadi aman hanya karena setelah mengoleskannya ia langsung tidur.

Pasalnya, yang perlu diperhatikan adalah kandungan aktifnya. Retinoid, misalnya, umumnya dianjurkan digunakan pada malam hari karena dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan penggunaan retinoid pada malam hari dan perlindungan terhadap paparan matahari pada siang hari.

Artinya, pekerja shift malam tetap perlu menyesuaikan penggunaan krim dengan aktivitas dan paparan cahaya, bukan sekadar mengikuti istilah “krim malam”.

Jika seseorang pulang bekerja pada pagi hari, kemudian ingin tidur dan tidak akan keluar rumah, penggunaan produk dengan retinoid tetap perlu mengikuti petunjuk pemakaian produk atau dokter. Namun, jika setelah menggunakannya masih akan beraktivitas di luar ruangan, situasinya menjadi berbeda.

Dr. Michael Ang mengatakan, apabila krim mengandung retinoid acid dan penggunaannya terpaksa dilakukan pada siang hari, pengguna perlu memastikan kulit tidak terpapar sinar matahari.

“Penggunaan retinoid acid ini sendiri meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Sehingga kalau misal pakainya di siang hari di ruangan tertutup, kemudian tiba-tiba ada kegiatan di luar ruangan, maka harus dibersihkan dahulu sisa-sisa retinoid acid dan gunakan sunscreen dan reapply tiap 2-3 jam sekali," jelasnya dilansir dari video TikTok-nya.

Penjelasan ini penting bagi pekerja shift malam yang biasanya memiliki pola aktivitas berbeda. Misalnya, seseorang pulang pukul 07.00, menggunakan krim yang mengandung retinoid, lalu tidur. Jika beberapa jam kemudian harus keluar rumah pada siang hari, paparan sinar matahari perlu diperhitungkan.

AAD juga merekomendasikan perlindungan terhadap sinar matahari saat menggunakan produk retinoid, termasuk menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih dan perlindungan tambahan seperti pakaian yang menutupi kulit serta mencari tempat teduh.

Apakah semua krim malam tidak boleh dipakai siang hari?

Istilah krim malam tidak menunjukkan bahwa seluruh produk memiliki kandungan yang sama.

Ada produk yang berfokus pada pelembapan dan perbaikan skin barrier, sementara produk lain mengandung bahan aktif tertentu yang memang lebih dianjurkan digunakan pada malam hari.

Karena itu, pengguna sebaiknya membaca daftar kandungan dan aturan pakai pada kemasan. Jika terdapat retinoid seperti tretinoin, adapalene, atau retinol, pengguna perlu lebih memperhatikan aturan pemakaian dan perlindungan dari sinar matahari.

NHS, misalnya, menyebut tretinoin dan adapalene sebagai retinoid topikal yang umumnya digunakan sebelum tidur serta menyarankan menghindari paparan sinar matahari dan UV berlebihan.

Tips memakai krim malam bagi pekerja shift malam

Bagi pekerja yang memiliki jam tidur terbalik, beberapa hal berikut dapat menjadi panduan:

1. Cek kandungan krim terlebih dahulu

Jangan hanya berpatokan pada tulisan “night cream”. Periksa bahan aktif dan petunjuk penggunaan produk.

2. Jika mengandung retinoid, perhatikan paparan matahari

Retinoid dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Karena itu, penggunaan pada waktu yang memungkinkan kulit terpapar sinar matahari perlu diperhatikan secara khusus.

3. Jangan menganggap tidur siang sama dengan malam hari

Tidur siang di kamar yang tertutup memang mengurangi paparan langsung matahari, tetapi aktivitas setelah bangun tetap perlu diperhitungkan.

4. Bersihkan sisa produk sebelum keluar jika memang disarankan dokter

Khusus untuk kondisi seperti yang dijelaskan dr. Michael Ang, jika krim dengan retinoid terpakai pada siang hari dan pengguna kemudian harus keluar ruangan, sisa retinoid perlu dibersihkan terlebih dahulu, kemudian gunakan sunscreen.

5. Gunakan sunscreen ketika beraktivitas di luar ruangan

AAD merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, broad-spectrum, serta mengulang pemakaian secara berkala. Untuk aktivitas di luar ruangan, AAD menyarankan reapply sekitar setiap dua jam atau setelah berkeringat maupun berenang.

Jadi, krim malam boleh saja menjadi bagian dari rutinitas pekerja shift malam, tetapi penggunaannya tidak cukup ditentukan oleh kapan seseorang tidur. Kandungan produk, terutama retinoid, serta kemungkinan paparan sinar matahari setelah penggunaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Jika krim yang digunakan mengandung retinoid acid, penggunaan pada malam hari tetap menjadi pilihan yang lebih sesuai. Bila pola tidur dan kerja membuat penggunaan harus dilakukan pada siang hari, ikuti aturan pakai produk dan pertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit, terutama jika produk tersebut merupakan obat atau retinoid dengan resep.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com