- Menteri Pendidikan Kabinet Bayangan Iman Zanatul Haeri menyatakan Hari Guru Nasional 25 November tidak layak dirayakan.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Tugu Proklamasi pada hari Minggu tanggal 8 November tahun 2026 yang lalu.
- Alasannya karena anggaran pendidikan dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis sehingga kesejahteraan guru honorer belum memadai.
Suara.com - Menteri Pendidikan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, menilai tidak ada yang patut dirayakan pada peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Menurutnya, kondisi pendidikan Indonesia masih memprihatinkan, sementara anggaran pendidikan justru dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tanggal 25 November nanti tidak ada Hari Guru. Tidak ada yang patut dirayakan sebab dana pendidikan masih digunakan untuk hal lain,” kata Iman di Tugu Proklamasi, Minggu (8/11/2026).
Ia menilai MBG merupakan program yang bersifat institusional karena anggarannya bersumber dari dana pendidikan.
“Pemerintah saat ini berbohong dengan mengalokasikan dana Rp199 miliar untuk MBG. Sebabnya, pendidikan saat ini masih berbayar,” ujarnya.
Iman juga menyoroti kesejahteraan guru honorer yang dinilai belum memadai. Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Karena guru honorer saat ini tidak sejahtera, maka pendidikan kita saat ini menurun,” tegasnya.
Ia menilai persoalan tersebut harus segera dihentikan agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan layanan pendidikan yang lebih layak.
“Ini adalah dosa turunan yang harus dihentikan,” tandasnya.