- Atlet para panahan Indonesia, Kholidin, mengembangkan teknik memanah unik menggunakan mulut dan gigi sejak tahun 2017.
- Pepsodent memberikan dukungan perawatan periodontal di Solo untuk menjaga kesehatan gigi Kholidin menjelang Para Games 2026.
- Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang.
Suara.com - Bagi Kholidin, memanah bukan sekadar olahraga. Sejak 2017, atlet para panahan Indonesia ini terus mengembangkan tekniknya hingga mampu menarik dan melepaskan tali busur menggunakan mulut dan giginya.
Teknik tersebut lahir dari proses latihan, eksperimen, dan penyempurnaan yang dilakukan Kholidin selama bertahun-tahun. Kini, cara tersebut menjadi bagian penting dari tekniknya dalam berlatih dan bertanding.
Namun, teknik yang berbeda itu juga membuat gigi, gusi, dan rahangnya mendapat beban berulang, terutama ketika menjalani latihan intensif.
Dalam satu hari latihan, Kholidin biasanya melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah. Pada fase latihan puncak, jumlahnya bahkan bisa mencapai 600 anak panah.
Karena itu, menjaga kesehatan mulut menjadi bagian penting dari persiapannya sebagai atlet, terlebih menjelang keikutsertaannya dalam Para Games 2026 di Jepang.
“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah. Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik. Setiap latihan, setiap proses, dan setiap kemajuan menjadi motivasi bagi saya untuk terus melangkah maju,” ujar Kholidin.
Menjaga gigi untuk mendukung teknik memanah
Menyadari pentingnya kondisi gigi dan mulut bagi teknik yang digunakannya, Kholidin mendapat dukungan melalui kolaborasi “Bite Into Glory” dari Pepsodent.
Dukungan tersebut mencakup perawatan periodontal profesional di Solo serta peningkatan rutinitas perawatan kesehatan mulut yang disesuaikan dengan kebutuhannya sebagai atlet para panahan.
Dokter Mirah, Pepsodent Expert, mengatakan kondisi kesehatan gusi dan jaringan gigi menjadi hal yang perlu diperhatikan mengingat intensitas latihan Kholidin serta penggunaan gigi dan mulut dalam teknik memanahnya.
“Mengingat intensitas latihan Kholidin serta penggunaan gigi dan mulut sebagai bagian dari teknik memanahnya, menjaga kesehatan gusi dan jaringan gigi menjadi sangat penting. Perawatan periodontal yang tepat dapat membantu menjaga kondisi kesehatan mulutnya agar tetap optimal dan kuat, sehingga ia dapat terus menjalani latihan dengan baik dalam persiapannya menuju kompetisi internasional,” ujar dr. Mirah.
Bagi Kholidin, dukungan tersebut menjadi bagian dari persiapannya untuk terus mengembangkan kemampuan di tengah tuntutan latihan sebagai atlet.
“Saya sudah menggunakan Pepsodent selama bertahun-tahun, dan dukungan serta kolaborasi ini menjadi semakin berarti bagi saya dalam mengejar target-target yang lebih besar dalam perjalanan saya sebagai atlet,” katanya.
Terus berkembang menuju Para Games 2026
Para Games 2026 akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang. Menjelang kompetisi tersebut, Kholidin terus menjalani latihan secara terfokus dan konsisten.