- Stres fisik maupun emosional memicu kondisi sementara bernama telogen effluvium yang menyebabkan rambut rontok berlebihan setelah beberapa bulan.
- Kondisi telogen effluvium mengakibatkan volume rambut secara keseluruhan menipis merata di berbagai bagian kulit kepala tanpa menyebabkan kebotakan total.
- Rambut yang rontok akibat stres dapat tumbuh kembali secara bertahap setelah pemicu stres tersebut berhasil diatasi.
Suara.com - Rambut rontok setelah melewati masa penuh tekanan dapat membuat seseorang khawatir bahwa rambutnya akan terus menipis atau bahkan tidak tumbuh kembali.
Padahal, stres memang dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan yang baru terlihat beberapa waktu setelah tubuh mengalami tekanan.
Salah satu kondisi yang berkaitan dengan stres adalah telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara ketika lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat sebelum akhirnya rambut terlepas.
Kabar baiknya, rambut rontok akibat stres pada kondisi tersebut umumnya dapat tumbuh kembali setelah pemicu teratasi dan siklus pertumbuhan rambut kembali berjalan normal.
Ciri-Ciri Rambut Rontok Akibat Stres
1. Rambut rontok lebih banyak dari biasanya
Kerontokan yang meningkat menjadi salah satu tanda yang paling mudah diperhatikan, misalnya rambut lebih banyak ditemukan di sisir, bantal, lantai kamar mandi, atau saluran pembuangan ketika keramas.
Pada telogen effluvium, kerontokan biasanya tidak muncul persis ketika seseorang sedang mengalami stres, tetapi dapat baru terlihat sekitar dua hingga tiga bulan setelah tubuh mengalami tekanan fisik atau emosional.
2. Rambut terlihat semakin tipis
Selain jumlah rambut yang rontok bertambah, volume rambut juga dapat terlihat berkurang secara menyeluruh.
Rambut yang sebelumnya tampak tebal dapat terlihat lebih lemas, sementara belahan rambut atau ikatan rambut tampak lebih tipis karena jumlah helai yang berada dalam fase pertumbuhan berkurang.
3. Rambut menipis di berbagai bagian kepala
Kerontokan akibat telogen effluvium umumnya menyebabkan penipisan yang menyebar di kulit kepala, bukan hanya pada satu titik tertentu.
Pola ini berbeda dengan beberapa jenis kerontokan lain yang menyebabkan penipisan secara bertahap pada area tertentu sehingga penyebabnya perlu diperiksa apabila pola kerontokan tidak sesuai dengan gambaran tersebut.
4. Kerontokan muncul setelah periode stres atau perubahan kondisi tubuh
Hubungan waktunya dapat menjadi petunjuk penting ketika rambut mulai rontok setelah seseorang mengalami tekanan berat, sakit, demam tinggi, operasi, penurunan berat badan, atau perubahan tubuh lainnya.