- Chemical sunscreen memiliki tekstur ringan tanpa white cast untuk melindungi kulit berjerawat dari sinar ultraviolet.
- Physical sunscreen menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide yang lebih aman bagi kulit sensitif dan berjerawat.
- Hybrid sunscreen menggabungkan filter kimia dan mineral untuk memberikan perlindungan optimal serta tekstur yang nyaman.
Suara.com - Sunscreen menjadi salah satu produk penting dalam rutinitas perawatan kulit, termasuk bagi pemilik kulit berjerawat.
Penggunaan sunscreen membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat memperburuk noda bekas jerawat.
Namun, jenis sunscreen yang tersedia di pasaran cukup beragam, mulai dari chemical, physical, hingga hybrid sunscreen.
Ketiganya memiliki cara kerja dan karakteristik formula yang berbeda ketika diaplikasikan pada kulit.
Memilih sunscreen untuk kulit berjerawat sebaiknya tidak hanya berdasarkan jenisnya, tetapi juga melihat kandungan dan tekstur produknya.
Lantas, apa perbedaan chemical, physical, dan hybrid sunscreen serta mana yang lebih cocok untuk kulit berjerawat?
1. Chemical Sunscreen
Chemical sunscreen menggunakan filter UV yang menyerap radiasi ultraviolet sebelum energi tersebut merusak kulit.
Teksturnya umumnya terasa lebih ringan dan mudah dibaurkan sehingga nyaman digunakan sehari-hari.
Jenis sunscreen ini biasanya tidak meninggalkan white cast sehingga cocok untuk berbagai warna kulit.
Namun, beberapa formula dapat terasa kurang nyaman pada kulit yang sedang sangat sensitif atau mengalami iritasi.
Untuk kulit berjerawat, chemical sunscreen tetap bisa digunakan selama formulanya ringan, tidak mudah menyumbat pori, dan sesuai dengan kondisi kulit.
2. Physical Sunscreen
Physical sunscreen, yang juga dikenal sebagai mineral sunscreen, menggunakan filter seperti zinc oxide atau titanium dioxide untuk membantu melindungi kulit dari sinar UV.
Teksturnya dapat terasa lebih creamy dan pada beberapa produk meninggalkan lapisan putih setelah digunakan.
Jenis ini sering menjadi pilihan bagi pemilik kulit sensitif karena formulanya cenderung lebih minim memberikan sensasi menyengat pada kulit.
Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada formula masing-masing produk.