- Pemasangan keramik motif mozaik ini menyederhanakan proses pengerjaan tanpa perlu menyusun kepingan kecil secara terpisah dan teliti.
- Koleksi keramik ini hadir dalam berbagai pilihan warna untuk diterapkan secara terukur sebagai titik fokus dekoratif pada ruangan.
Suara.com - Motif mozaik bisa menjadi pilihan ketika ingin menghadirkan karakter pada interior tanpa harus menambahkan terlalu banyak dekorasi. Permainan pola, bentuk, dan warna pada permukaannya mampu membuat bidang dinding yang sederhana terasa lebih hidup.
Namun, menghadirkan mozaik secara konvensional bukan tanpa tantangan. Kepingan-kepingan kecil perlu disusun satu per satu dengan cukup teliti agar pola tetap rapi dan jaraknya konsisten. Proses ini tentu membutuhkan waktu dan ketelitian, terutama ketika motif diaplikasikan pada bidang yang cukup luas.
Kini, tampilan serupa dapat diperoleh dengan cara yang lebih praktis melalui keramik bermotif mozaik. Asia Tile, di bawah naungan PT Platinum Ceramics Industry, misalnya, menghadirkan koleksi Elise dalam format 25×40 cm. Motif mozaik sudah menjadi bagian dari satu keping keramik sehingga tidak perlu menyusun kepingan kecil secara terpisah.
Cara tersebut membuat proses pemasangan lebih sederhana, sekaligus membantu menghasilkan pola yang konsisten. Dengan begitu, motif mozaik tetap dapat digunakan sebagai elemen dekoratif tanpa harus membuat proses pengerjaan menjadi terlalu rumit.
Warna untuk Membangun Suasana
Selain pola, warna menjadi bagian yang tidak kalah penting. Setiap pilihan warna dapat memberikan kesan berbeda pada sebuah ruang, sehingga penggunaannya bisa disesuaikan dengan suasana yang ingin dibangun.
Koleksi Elise dari Asia Tile hadir dalam beberapa pilihan warna, mulai dari pink, harmoni, biru, hijau, hingga abu-abu. Variasi tersebut memungkinkan motif mozaik digunakan pada ruang dengan karakter yang berbeda.
Warna biru dan hijau, misalnya, dapat memberikan kesan yang lebih segar. Sementara pink dengan nuansa pastel bisa menghadirkan suasana yang lebih lembut dan hangat. Adapun pilihan harmoni serta abu-abu cenderung lebih fleksibel ketika dipadukan dengan warna dinding, furnitur, maupun elemen dekorasi lainnya.
Pemilihan warna juga tidak harus mengikuti tren tertentu. Yang lebih penting adalah menyesuaikannya dengan fungsi dan karakter ruang. Warna yang terasa tepat di kamar mandi belum tentu memberikan kesan yang sama ketika digunakan sebagai backsplash dapur.
“Mozaik tidak harus memenuhi seluruh bidang untuk memberikan karakter pada ruang. Justru dengan menempatkannya pada area tertentu, seperti backsplash dapur atau aksen dinding kamar mandi, motif mozaik dapat menjadi focal point,” ungkap Jali Wijaya selaku Direktur Marketing PT Platinum Ceramics Industry.
Tak Harus Menutupi Seluruh Dinding
Salah satu cara agar motif mozaik tidak membuat ruangan terasa terlalu ramai adalah menggunakannya secara terukur. Alih-alih menutup seluruh bidang, motif dapat ditempatkan pada satu area yang memang ingin ditonjolkan.
Backsplash dapur dapat menjadi salah satu pilihan karena bidang tersebut relatif mudah menjadi pusat perhatian. Begitu pula dengan area tertentu di kamar mandi atau satu sisi dinding yang ingin diberi aksen.
Permukaan glossy pada keramik juga dapat mendukung penggunaan di area yang membutuhkan perawatan rutin karena lebih mudah dibersihkan.
Pada akhirnya, menghadirkan motif mozaik bukan hanya tentang memilih pola yang menarik. Perpaduan warna, luas bidang, dan elemen interior di sekitarnya ikut menentukan hasil akhirnya.
“Kunci menggunakan motif mozaik agar ruang tetap terasa seimbang adalah memilih warna dan motif yang selaras dengan suasana serta karakter ruang yang ingin dibangun,” kata Jali.
Dengan format keramik yang lebih praktis seperti koleksi Elise, motif mozaik dapat menjadi salah satu cara menghadirkan aksen pada rumah tanpa harus melalui proses penyusunan kepingan kecil satu per satu.
Tinggal bagaimana warna dan penempatannya disesuaikan agar motif tersebut menjadi bagian dari ruang, bukan justru mengambil alih keseluruhan tampilan.