- Kebiasaan buruk seperti menggosok wajah saat membersihkan makeup dan menggunakan air panas dapat merusak lapisan pelindung kulit.
- Penggunaan bahan aktif berlebihan, melewatkan tabir surya, serta terlalu sering melakukan eksfoliasi memicu iritasi dan kekeringan pada kulit.
- Menghindari kebiasaan perawatan yang agresif membantu menjaga kesehatan skin barrier agar kulit tetap lembap dan nyaman.
Suara.com - Merawat kulit dengan skincare memang sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan dalam menggunakan produk skincare justru bisa membuat skin barrier menjadi terganggu.
Skin barrier merupakan lapisan pelindung kulit yang membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor luar.
Ketika skin barrier rusak, kulit dapat menjadi lebih kering, sensitif, mudah kemerahan, bahkan terasa perih saat menggunakan produk tertentu.
Karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan skincare yang ternyata bisa mengganggu kesehatan skin barrier.
Apa saja kebiasaan skincare yang tanpa disadari dapat merusak skin barrier? Berikut penjelasannya, seperti dirangkum dari Moneycontrol.
1. Tidak Menggunakan Produk Penghapus Makeup
Membersihkan makeup hanya dengan air dan sabun dapat membuat seseorang menggosok kulit lebih keras agar sisa riasan terangkat.
Gesekan yang terlalu kuat dapat membuat kulit mengalami iritasi dan berpotensi mengganggu skin barrier.
Sebaiknya gunakan produk khusus untuk menghapus makeup, seperti cleansing balm atau makeup remover, sebelum melanjutkan ke tahap membersihkan wajah.
Dengan begitu, makeup dapat diangkat dengan lebih lembut tanpa harus memberikan tekanan berlebihan pada kulit.
2. Terlalu Banyak Menggunakan Bahan Aktif
Bahan aktif seperti niacinamide memang banyak digunakan dalam produk skincare karena memiliki berbagai manfaat untuk kulit.
Namun, memasukkan terlalu banyak produk dengan bahan aktif ke dalam rutinitas sekaligus dapat membuat kulit mengalami iritasi.
Kebiasaan mengikuti tren skincare tanpa memahami kebutuhan kulit juga dapat meningkatkan risiko penggunaan bahan aktif secara berlebihan.
Karena itu, perkenalkan bahan aktif secara bertahap dan pertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit apabila tidak yakin dengan produk yang sesuai.