- Face oil dan serum memiliki karakteristik, tekstur, serta tujuan penggunaan yang berbeda.
- Pemilihannya sebaiknya tidak sekadar mengikuti tren atau mempertimbangkan tekstur produk.
- Kondisi kulit dan tujuan perawatan perlu diperhatikan agar produk yang dipilih sesuai.
Sementara itu, face oil dapat dipertimbangkan untuk kulit yang terasa kering atau membutuhkan perawatan dengan tekstur lebih kaya.
Laman juicychemistry.com menyebutkan bahwa kulit kering dan matang mungkin lebih menyukai perawatan berbasis minyak, sedangkan pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat perlu lebih selektif dalam memilih jenis dan jumlah face oil.
Namun, bukan berarti pemilik kulit berminyak sama sekali tidak boleh menggunakan face oil. Jumlah dan formulanya perlu disesuaikan karena penggunaan minyak yang lebih banyak tidak otomatis berarti kulit mendapatkan nutrisi yang lebih baik.
Kamu juga sebenarnya tidak harus memilih salah satunya. Sebab serum dan face oil dapat digunakan bersama jika memang keduanya sesuai dengan kebutuhan kulit.
Misalnya serum digunakan sebagai produk perawatan yang lebih terarah, kemudian face oil menjadi salah satu langkah terakhir dalam rutinitas.
Urutan yang umum adalah membersihkan wajah, menggunakan toner atau hydrosol, serum, pelembap, kemudian face oil.
Meski begitu, urutan pemakaian tetap perlu disesuaikan dengan tekstur dan formulasi masing-masing produk.
Jadi, face oil dan serum bukan dua produk yang harus dipertandingkan untuk menentukan mana yang paling bagus.
Serum lebih cocok dipertimbangkan ketika kamu membutuhkan perawatan dengan target tertentu, sedangkan face oil dapat menjadi pilihan ketika kulit membutuhkan perawatan berbasis minyak dan rasa lebih lembut.