Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB
serba-serbi Hamzah Batik
BACA 10 DETIK
  • Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo Yogyakarta mengalami kebakaran pada Senin 28 September 2026 dini hari.
  • Bangunan pusat oleh-oleh tersebut sebelumnya pernah mengalami musibah kebakaran serupa pada tahun 2004 silam.
  • Pendiri usaha yaitu Hamzah Sulaiman telah meninggal dunia pada 23 April 2025 di usia 75 tahun.

Hamzah merupakan pengusaha sekaligus seniman asal Yogyakarta. Ia merupakan generasi kedua keluarga Grup Mirota dan bersama saudara-saudaranya mengembangkan usaha yang diwariskan orang tua mereka.

Hamzah kemudian mengembangkan Mirota Batik di kawasan Malioboro. Selain berbisnis, ia juga memiliki ketertarikan kuat terhadap seni dan budaya Jawa.

Di dunia seni peran, Hamzah dikenal dengan nama Raminten. Ia pernah tampil dalam ketoprak komedi sebagai karakter perempuan Jawa bernama Raminten. Nama tersebut kemudian digunakan untuk sejumlah usaha kuliner yang dibangunnya, termasuk The House of Raminten.

Hamzah juga dikenal membawa unsur budaya Jawa ke dalam bisnisnya. Situs resmi Hamzah Batik menyebut perusahaan tersebut memiliki visi sebagai pusat aksi, atraksi, dan edukasi budaya Jawa.

Hamzah Sulaiman Meninggal pada 2025

Hamzah Sulaiman meninggal dunia pada 23 April 2025 dalam usia 75 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabatnya. Setelah kepergiannya, sejumlah unit usaha yang didirikannya tetap beroperasi dan dikelola oleh keluarga serta manajemen.

Sebelumnya, Hamzah memang telah menyerahkan pengelolaan bisnis kepada putra-putrinya setelah pensiun dari kegiatan bisnis. Informasi tersebut tercantum dalam profil Hamzah yang dipublikasikan Hamzah Batik.

Karena itu, dalam konteks kebakaran 2026, Hamzah Sulaiman lebih tepat disebut sebagai pendiri dan sosok penting dalam sejarah Hamzah Batik, bukan sebagai pemilik pribadi yang masih menjalankan bisnis tersebut saat ini.

Hamzah Batik Kini

Saat ini, bisnis tersebut berada di bawah PT Hamzah HS. Perusahaan ini mengembangkan berbagai usaha yang berkaitan dengan ritel, kuliner, penginapan, hiburan, serta kegiatan yang mengangkat budaya Yogyakarta.

Hamzah Batik Malioboro sendiri dikenal sebagai pusat oleh-oleh dan produk khas Yogyakarta. Situs resminya mencatat sejumlah produk yang dijual, mulai dari batik, camilan tradisional, jamu, kerajinan tangan, hingga busana.

Kebakaran yang terjadi pada 28 September 2026 kini menambah catatan panjang perjalanan tempat tersebut. Setelah pernah terbakar pada 2004 dan dibangun kembali, Hamzah Batik kembali menghadapi kebakaran lebih dari dua dekade kemudian.

Hingga laporan terbaru, penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian masih menunggu pendataan serta penyelidikan dari pihak berwenang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com