- Pemilik sepeda gunung murah dapat meningkatkan kenyamanan berkendara secara bertahap mulai dari menyesuaikan tekanan ban gratis.
- Pengendara sepeda gunung dapat mengganti komponen terjangkau seperti grip, pedal, dan ban untuk meningkatkan kontrol.
- Pengguna sepeda gunung sebaiknya menyervis suspensi, mengganti garpu, serta memperbarui roda atau drivetrain sesuai kebutuhan anggaran.
Jika ingin perubahan yang lebih terasa, ban layak menjadi prioritas. Ban merupakan salah satu komponen yang secara langsung berhubungan dengan permukaan jalan.
Ban dengan volume lebih besar dapat memberikan bantalan udara tambahan dan membuat perjalanan lebih nyaman. Pada MTB, ban yang lebih lebar dan tekanan yang tepat juga dapat meningkatkan grip di medan kasar. Namun, ban yang lebih besar dan berat belum tentu membuat sepeda lebih ringan saat dikayuh.
Untuk penggunaan campuran aspal dan tanah, pilih ban dengan pola tapak yang tidak terlalu agresif agar rolling tetap ringan. Sementara untuk trail berbatu atau tanah, ban dengan tapak lebih agresif dapat memberikan cengkeraman lebih baik.
5. Service dan setel fork sebelum menggantinya
Jangan langsung membeli fork baru ketika suspensi depan terasa keras. Bersihkan dan lakukan servis terlebih dahulu jika diperlukan.
Pada fork udara, tekanan udara dapat disesuaikan dengan bobot pengendara. Sementara pada fork coil, pengaturan preload pada model yang memilikinya dapat memengaruhi tingkat kekerasan suspensi.
Suspensi yang diatur dengan benar dapat membuat roda lebih mudah mengikuti kontur medan. Pada sistem air, pengaturan sag juga penting karena menentukan seberapa banyak suspensi terkompresi ketika pengendara berada di atas sepeda.
6. Ganti fork jika memang sudah waktunya
Jika fork bawaan sudah rusak, terlalu berat atau tidak dapat disetel sesuai kebutuhan, barulah pertimbangkan upgrade fork.
Fork air umumnya menawarkan bobot lebih ringan dibandingkan fork coil dan menyediakan lebih banyak opsi penyetelan. Namun, penggantian fork tidak boleh hanya berdasarkan harga atau bobot.
Periksa terlebih dahulu ukuran steerer, tipe axle, travel, ukuran roda dan kompatibilitas rem. Travel fork yang terlalu berbeda dari spesifikasi awal juga dapat mengubah geometri dan karakter handling sepeda.
7. Upgrade wheelset jika ingin memangkas bobot
Setelah komponen dasar beres, wheelset dapat menjadi tahap upgrade berikutnya jika target utama adalah mengurangi bobot.
Namun, wheelset ringan biasanya membutuhkan anggaran lebih besar. Karena itu, upgrade ini lebih masuk akal dilakukan setelah ban, tekanan ban, grip dan suspensi sudah sesuai kebutuhan.
Jangan hanya melihat angka berat wheelset. Pertimbangkan juga ukuran roda, lebar rim, tipe axle dan kompatibilitas dengan frame serta drivetrain.
8. Drivetrain bisa menyusul
Groupset juga dapat di-upgrade, tetapi bukan pilihan pertama jika tujuan utamanya membuat MTB terasa lebih ringan dan empuk.
Mengganti drivetrain dapat membuat perpindahan gigi lebih responsif atau lebih sederhana, tetapi biaya bisa membesar karena komponen seperti shifter, derailleur, cassette/freewheel, chainring dan rantai mungkin perlu diganti secara bersamaan.
Karena itu, untuk MTB murah, lakukan upgrade drivetrain setelah komponen yang berhubungan langsung dengan kenyamanan dan kontrol sudah optimal.
MTB murah tidak harus langsung dibongkar total agar terasa lebih nyaman. Pengaturan tekanan ban, posisi berkendara dan suspensi justru dapat memberikan perubahan besar dengan biaya minimal.
Jika targetnya sekaligus membuat sepeda lebih ringan, fokus berikutnya dapat diarahkan pada ban dan wheelset. Sementara jika target utama adalah membuat sepeda lebih empuk saat melewati jalan rusak, ban dengan tekanan yang tepat dan suspensi yang ter-set dengan benar sebaiknya didahulukan. REI juga menekankan bahwa suspensi membantu meningkatkan kontrol, traksi dan kenyamanan pada permukaan yang kasar.