- Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meninjau Dusun Bambu di Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (29/9/2026) untuk mendorong pengembangan ekowisata.
- Pemerintah bersama dunia usaha, termasuk inisiatif EIGER Nature di Megamendung Bogor, berkomitmen mengintegrasikan kegiatan ekonomi dengan pemulihan lingkungan.
- Sejak 2021, kawasan EIGER Nature di Bogor telah merestorasi lahan kritis melalui penanaman jutaan pohon dan tanaman penutup tanah.
Suara.com - Pengembangan ekowisata dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus menjaga dan memulihkan lingkungan. Konsep ini menggabungkan aktivitas wisata dengan edukasi, konservasi, serta keterlibatan masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat mengunjungi Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jumhur menegaskan pemerintah serius mendorong ecotourism atau ekowisata sebagai kegiatan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati. Menurutnya, kegiatan tersebut tetap harus dilakukan sesuai ketentuan dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan kawasan dapat berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan. Kawasan yang dahulu gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini menjadi kawasan yang rimbun setelah dilakukan penanaman pohon. Ini adalah contoh usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular, sambil memuliakan lingkungan,” ujar Jumhur.
Berlanjut ke EIGER Nature
Semangat pengembangan ekowisata tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature di Megamendung, Bogor.
Dua kawasan ini merupakan inisiatif yang lahir dari gagasan Ronny Lukito untuk menghadirkan ruang yang mendekatkan manusia dengan alam, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Sebagai brand yang lahir di Jawa Barat, kami ingin memberikan sumbangsih melalui ekowisata, yaitu inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Setelah Dusun Bambu, inisiatif berikutnya adalah EIGER Nature di Megamendung, Bogor,” ujar Ronny Lukito, Chairman EIGER Nature.
Ronny berharap kehadiran EIGER Nature dapat membantu membangun kedekatan generasi muda dengan alam. Menurutnya, pengalaman berada di alam dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar sekaligus menemukan makna.
“Saya berharap generasi muda dapat semakin dekat dan bersentuhan dengan alam, serta belajar dari alam. Karena ketika kita semakin mengenal alam, kita akan semakin memahami pentingnya menjaga dan merawatnya,” lanjut Ronny.
Arah pengembangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan EIGER Nature di Megamendung, Bogor. Berdasarkan keterangan perusahaan, kawasan ini telah melakukan restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, serta mendukung upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Sejak 2021, upaya tersebut antara lain mencakup penanaman lebih dari 120 ribu pohon dan perdu, serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah.
Perjalanan dari Dusun Bambu menuju EIGER Nature membawa semangat yang sama, yakni menghadirkan inisiatif berbasis alam yang tidak hanya menawarkan pengalaman, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada akhirnya, alam dapat menjadi ruang untuk menggerakkan kehidupan dan kegiatan ekonomi, selama pemanfaatannya berjalan beriringan dengan upaya menjaga, memulihkan, dan belajar dari lingkungan.