- Pompa air otomatis sering berbunyi cetak-cetek akibat kran dibuka terlalu kecil sehingga tekanan pipa cepat berubah.
- Penyebab lain meliputi pengurangan udara pada small tank, kebocoran instalasi, serta kerusakan pada komponen pressure switch.
- Penggunaan small pressure tank berukuran kecil atau tangki bermembran membantu menjaga kestabilan tekanan dan mengurangi siklus pompa.
Suara.com - Mengapa mesin pompa air terus berbunyi cetak-cetek saat kran air dibuka sedikit? Kondisi ini cukup sering terjadi pada pompa air otomatis di rumah.
Suara tersebut biasanya muncul karena mesin pompa mengalami siklus hidup-mati (on-off) terlalu sering ketika debit air yang keluar dari kran sangat kecil. Sistem otomatis membaca perubahan tekanan air, sehingga pompa dapat berulang kali menyala dan mati.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti motor pompa langsung rusak. Namun, jika berlangsung terus-menerus, pengguna sebaiknya mencari penyebabnya karena frekuensi on-off yang terlalu sering dapat membuat kerja komponen pompa menjadi kurang optimal.
Mengapa pompa air cetak-cetek saat kran dibuka sedikit?
Pada pompa air otomatis, pressure switch berfungsi mendeteksi perubahan tekanan air. Ketika kran dibuka, tekanan dalam instalasi turun dan sistem akan memerintahkan pompa untuk menyala.
Sebaliknya, ketika tekanan kembali mencapai batas tertentu, pompa akan mati.
Shimizu menjelaskan bahwa pressure switch memang bekerja dengan cara menghidupkan pompa ketika kran dibuka dan mematikannya ketika kran ditutup.
Masalahnya, ketika kran hanya dibuka sedikit, air yang keluar sangat kecil. Tekanan dalam pipa dapat berubah dengan cepat sehingga sistem otomatis berada pada kondisi pompa menyala, tekanan naik, pompa mati, tekanan turun lagi, lalu pompa menyala kembali.
Siklus inilah yang terdengar sebagai suara “cetak-cetek” atau “tek-tok” secara berulang.
Penjelasan Shimizu soal kran yang dibuka kecil
Penjelasan mengenai kondisi ini juga pernah disampaikan Ikhwanudin dalam video yang membahas pompa air Shimizu.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan membran pada small pressure tank berfungsi mempertahankan udara di dalam tangki sehingga tekanan menjadi lebih stabil.
“Gunanya membran di sini itu fungsinya untuk mempertahankan udara di dalam agar dia menjadi suspensi, sehingga pompa kalau dioperasikan dan bukaan kerannya kecil itu tidak tek-tok tek-tok (bunyi cetak-cetek).”
Artinya, persoalan bukan semata-mata berasal dari motor pompa. Sistem pengaturan tekanan dan kapasitas air yang digunakan ketika kran hanya terbuka sedikit juga berpengaruh.
Small pressure tank bisa membantu mengurangi cetak-cetek
Salah satu komponen yang dapat membantu mengurangi frekuensi pompa hidup-mati adalah pressure tank.
Shimizu menjelaskan bahwa masalah pompa yang sering hidup dan mati atau “cetak-cetek” merupakan salah satu persoalan yang umum ditemukan pada instalasi distribusi air langsung ke kran rumah. Pressure tank digunakan untuk membantu menjaga kestabilan tekanan.
Pada tipe yang menggunakan membran, udara di dalam tangki berfungsi sebagai penyangga tekanan. Dengan begitu, ketika pengguna membuka kran dalam jumlah kecil, perubahan tekanan tidak langsung membuat pressure switch memerintahkan pompa untuk menyala dan mati secara berulang.