Mengapa Mesin Pompa Air Terus Berbunyi Cetak-Cetek Saat Kran Dibuka Sedikit?

Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:38 WIB
ilustrasi pompa air (Google AI Studio)
BACA 10 DETIK
  • Pompa air otomatis sering berbunyi cetak-cetek akibat kran dibuka terlalu kecil sehingga tekanan pipa cepat berubah.
  • Penyebab lain meliputi pengurangan udara pada small tank, kebocoran instalasi, serta kerusakan pada komponen pressure switch.
  • Penggunaan small pressure tank berukuran kecil atau tangki bermembran membantu menjaga kestabilan tekanan dan mengurangi siklus pompa.

Karena itu, beberapa pompa modern dilengkapi small pressure tank dengan membran untuk membantu membuat kerja pompa lebih stabil.

Penyebab lain pompa air sering on-off

Selain kran yang hanya dibuka sedikit, pompa air yang terlalu sering menyala dan mati juga dapat disebabkan beberapa masalah pada instalasi.

Dalam salah satu manual produknya, Shimizu mencantumkan beberapa penyebab operasional pompa terlalu sering on-off, antara lain udara di dalam small tank berkurang, volume air yang digunakan terlalu kecil, kebocoran pada small tank, serta kerusakan pressure switch.

Artinya, jika pompa tetap berbunyi cetak-cetek meski kran dibuka cukup lebar, pengguna perlu memeriksa komponen dan instalasinya.

1. Kran hanya dibuka sedikit
Ini merupakan penyebab yang paling mudah dikenali. Debit air terlalu kecil sehingga tekanan pada pipa cepat mencapai batas kerja pressure switch.

Jika suara cetak-cetek hanya muncul ketika kran dibuka sedikit dan hilang saat kran dibuka lebih lebar, kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan debit dan perubahan tekanan.

2. Tekanan udara dalam small tank berkurang
Pressure tank membutuhkan tekanan udara yang sesuai agar dapat bekerja sebagai penyangga tekanan.

Jika udara di dalamnya berkurang, kemampuan tangki dalam meredam perubahan tekanan juga dapat menurun. Akibatnya, pompa dapat lebih sering mengalami siklus hidup-mati.

3. Ada kebocoran pada instalasi
Kebocoran kecil pada pipa, sambungan, atau bagian tertentu dalam instalasi juga dapat menyebabkan tekanan air terus berubah.

Dalam kondisi tertentu, pressure switch dapat mendeteksi penurunan tekanan dan kembali mengaktifkan pompa.

4. Pressure switch bermasalah
Pressure switch merupakan komponen penting pada pompa otomatis karena bertugas membaca perubahan tekanan untuk menentukan kapan pompa harus menyala atau mati.

Shimizu menyebut pressure switch yang rusak sebagai salah satu penyebab pompa air tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika pompa tetap cetak-cetek meskipun kran sudah dibuka normal dan tidak terlihat adanya kebocoran, pressure switch sebaiknya diperiksa.

Apakah pompa cetak-cetek berbahaya?

Bunyi cetak-cetek sesekali belum tentu menunjukkan kerusakan serius. Namun, pompa yang terus-menerus mengalami siklus on-off dalam waktu lama sebaiknya tidak dibiarkan.

Frekuensi start-stop yang terlalu tinggi membuat komponen kelistrikan dan mekanis bekerja lebih sering. Karena itu, pengguna perlu mencari penyebabnya, terutama jika suara muncul bahkan ketika kran digunakan secara normal.

Jika pompa juga terasa panas berlebihan, debit air melemah, muncul suara tidak normal lain, atau pompa tidak berhenti bekerja, pemeriksaan oleh teknisi menjadi pilihan yang lebih aman.

Bagaimana cara mengatasi pompa air cetak-cetek?

Langkah pertama, coba buka kran sedikit lebih lebar dan perhatikan apakah suara cetak-cetek berhenti. Jika berhenti, kemungkinan masalah berkaitan dengan debit air yang terlalu kecil.

Selanjutnya, periksa apakah ada kebocoran pada pipa dan sambungan. Untuk pompa yang menggunakan pressure tank, kondisi tekanan udara dan membran juga perlu diperiksa.

Jika pompa masih sering hidup-mati, jangan sembarangan memutar atau mengubah setelan pressure switch. Komponen tersebut berhubungan dengan sistem kelistrikan dan tekanan sehingga pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami instalasi pompa air.

Pada instalasi yang memang membutuhkan aliran kecil secara rutin, penggunaan sistem dengan pressure tank atau automatic pressure control yang sesuai dapat menjadi salah satu solusi. Shimizu, misalnya, menyebut Automatic Pressure Control SC-015 E sebagai perangkat yang dapat membantu menstabilkan tekanan dan membuat sistem otomatis tidak cetak-cetek.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com