Perjuangan 10 Tahun Seorang Ibu Menjadi Driver Ojol hingga Mandiri Finansial

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:54 WIB
Bunda Reza, driver ojol. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Siti Khodijah atau Bunda Reza telah bekerja sebagai pengemudi ojek online GrabBike sejak tahun 2016.
  • Ibu tunggal di Jakarta ini memanfaatkan fleksibilitas pekerjaannya untuk merawat anak pertamanya yang menyandang disabilitas.
  • Penghasilannya sebagai pengemudi ojol digunakan untuk membiayai pendidikan anak serta memperbaiki kondisi rumah keluarganya.

Suara.com - Bagi Siti Khodijah, yang akrab disapa Bunda Reza, menjadi pengemudi ojek online (ojol) bukan sekadar cara mencari nafkah. Selama 10 tahun menjalani profesi ini, ia berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memastikan kedua putranya tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan yang mereka butuhkan.

Bunda Reza merupakan ibu tunggal dengan dua anak laki-laki. Sejak berpisah dari suaminya pada 2015, ia menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga. Anak pertamanya kini berusia 26 tahun dan merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari. Sementara putra keduanya, 19 tahun, tengah mengikuti program pelatihan kerja di Bandung sebagai persiapan bekerja di Jepang.

Situasi tersebut tidak selalu mudah dijalani. Namun, Bunda Reza memilih untuk terus melangkah daripada berlarut-larut dalam kesedihan.

“Saya punya dua anak yang harus saya hidupi. Kalau saya terus nangis, memang dua anak saya bisa makan air mata? Ya sudah, hapus air mata. Berjuang saja,” ujar Bunda Reza.

Memilih Pekerjaan yang Memberinya Fleksibilitas

Sebelum menjadi pengemudi ojol, Bunda Reza pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit dan menjalankan usaha berjualan makanan. Pada 2016, ia mendapat informasi tentang Grab dan memutuskan bergabung sebagai mitra pengemudi GrabBike.

Salah satu pertimbangannya adalah fleksibilitas waktu. Dengan pekerjaan ini, ia bisa mencari nafkah sekaligus mengatur waktu untuk merawat anak pertamanya.

Setiap hari, Bunda Reza mulai menerima order sekitar pukul 09.00 WIB. Menjelang siang, ia menyempatkan diri pulang untuk memberi makan dan memastikan kondisi putra sulungnya. Setelah itu, ia kembali bekerja dan biasanya pulang menjelang Magrib. Jika situasi memungkinkan, ia melanjutkan aktivitas hingga pukul 21.00 atau 22.00.

Selama berada di jalan, ia juga memantau kondisi anaknya melalui CCTV yang dipasang di rumah. Dalam sehari, Bunda Reza bisa menyelesaikan sekitar 20–25 order, bahkan mencapai 33 order ketika permintaan sedang tinggi.

Di tengah kekhawatiran seorang ibu yang harus meninggalkan anaknya untuk bekerja, ia berusaha menjalani tanggung jawab tersebut dengan penuh keyakinan.

“Banyak orang yang bertanya kepada saya, kalau sedang narik, siapa yang menjaga anak pertama saya? Saya selalu menjawab, saya titip sama Allah. Sebagai orang tua, tentu ada rasa khawatir, apalagi saat harus meninggalkan anak untuk bekerja. Tapi saya percaya, selama saya berusaha memberikan yang terbaik untuk kedua anak saya, Allah juga akan menjaga dan memberikan jalan,” katanya.

Melihat Anak Tumbuh Mandiri Jadi Kebahagiaan

Sepuluh tahun lalu, ketika Bunda Reza mulai menjadi mitra pengemudi, putra keduanya masih duduk di kelas 3 SD. Kini, anak tersebut telah menyelesaikan sekolah dan mengikuti pelatihan kerja untuk mempersiapkan diri bekerja di Jepang.

Bagi Bunda Reza, perkembangan anaknya menjadi salah satu pencapaian yang paling berarti. Selama bertahun-tahun, penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan, merawat anak, dan menyisihkan dana untuk keperluan tak terduga.

Ia juga berusaha menanamkan nilai kemandirian kepada kedua putranya. Menurutnya, anak perlu belajar percaya pada kemampuan diri sendiri, terus berusaha, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com