-
Proporsi perkawinan anak di daerah masih mencatatkan angka di atas 10 persen.
-
Risiko stunting meningkat akibat tingginya angka perkawinan anak di daerah.
-
Pelibatan remaja perempuan mendesak demi cegah masalah perkawinan anak di daerah.
-
Hal ini sejalan dengan program Girls Takeover, yang melibatkan remaja perempuan agar dapat menyalurkan pendapat mereka terkait isu-isu yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka.
Inisiatif yang digelar di Indonesia sejak 2016 ini telah melibatkan anak perempuan untuk mengambil alih tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis di berbagai lembaga, termasuk MRT Jakarta dan sejumlah kedutaan besar.
Melalui program ini, anak perempuan diharapkan menjadi lebih berani menyampaikan pendapat dan keinginan mereka, sekaligus menginspirasi remaja perempuan lainnya agar lebih berdaya serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang dapat menyejahterakan perempuan di Indonesia.
"Ketika suara mereka didengar, perspektif mereka dipertimbangkan, dan mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya. Tantangannya sekarang adalah memastikan kesempatan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus memimpin dan mendorong perubahan," pungkas Dini.