Simposium Internasional SIERA: Wujudkan Sistem Ketahanan Kesehatan Nasional yang Tangguh

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:50 WIB
The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) akan digelar di Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026. (Dok: Pertasindo)

Suara.com - The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) akan digelar sebagai forum ilmiah dan kebijakan yang mempertemukan regulator, praktisi kesehatan, akademisi, peneliti, serta komunitas medis militer untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia.

Forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (Pertasindo) yang turut menghadirkan pembicara dan ratusan peserta praktisi bidang ketahanan kesehatan ini akan berlangsung di Hermina Grand Ballroom Kemayoran, Jakarta, pada 21–23 Oktober 2026.

Mengusung tema Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods, simposium ini turut mengundang Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunawan Sadikin, S.Si, CHFC, CLU, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., hingga Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito Sp.JP (K),FIHA, M.M.R.S. Gelaran acara tahunan ini diprakarsai oleh PERTASINDO yang dipimpin oleh Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi Sp.DVE, M.Biomed., MARS.

Ketua Panitia The 3rd SIERA, Kolonel (Purn) Dr. dr. Agus Sutarman, Subsp.Onk(K), S.H., M.H., MARS, menyampaikan bahwa penyelenggaraan SIERA tahun ini memasuki tahun ketiga dan menjadi bukti komitmen berkelanjutan para regulator, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama membangun sistem ketahanan kesehatan Indonesia yang semakin tangguh.

“Penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan kesehatan Indonesia,” kata Agus dalam keterangan resminya.

Mengusung kerangka kerja 5M yang mencakup Man, Money, Material, Machine, dan Methods, SIERA tahun ini menyoroti pentingnya sinergi berbagai elemen dalam membangun sistem ketahanan kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

“Sistem ketahanan kesehatan dibangun melalui keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif. Melalui simposium ini, Indonesia dapat bergerak dari sekadar bertahan menghadapi krisis menuju sistem ketahanan kesehatan yang mampu mencegah, merespons, dan pulih lebih kuat di masa depan tanpa menghentikan pelayanan kesehatan esensial,” kata Agus.

Ketua Pertasindo, Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi Sp.DVE, M.Biomed., MARS menambahkan, seiring masifnya perkembangan inovasi teknologi di sektor kesehatan, kedua faktor tersebut dianggap sudah cukup untuk menyelesaikan berbagai masalah. Faktanya, sistem ketahanan kesehatan tidak dapat dibangun dengan hanya menambah fasilitas atau penerapan inovasi teknologi semata.

Lebih dari itu, ekosistem yang mempertemukan SDM berkualitas, kekuatan dalam pembiayaan yang berkelanjutan, dan metode kerja yang sistematis mutlak diperlukan untuk memperkuat sistem ketahanan kesehatan.

“Kelima elemen ini berkaitan satu sama lain, apabila mengabaikan salah satu elemen maka akan menggagalkan upaya mewujudkan sistem ketahanan kesehatan nasional yang memadai bagi masyarakat luas. Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama dan satu tujuan mensinkronisasikan kelima elemen tersebut demi mendukung keberlanjutan masa depan negara,” kata Dian.

Selama tiga hari penyelenggaran, forum ini akan diisi dengan berbagai diskusi dari ragam narasumber. Mulai dari Mayor Jenderal Dr. Dr. dr. AJ Didy Surachman, Sp.OT, S.H., M.H.Kes., M.A.R.S, FIMMA; Marsekal Pertama dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Sp.KP, M.M., FIMMA; Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Krisna Murti, Sp.BS, FIMMA; Laksamana Pertama (Purn) Dr. drg. RA Nora Lelyana, M.H.Kes., FICD, FIMMA; Mayor Jenderal (Purn) Dr. dr. Yenny Purnama, Sp.A(K), FIMMA; Brigadir Jenderal (Purn) dr. Alexander K Ginting, Sp.P(K)., FCCP., FIHFAA, FIMMA; Dr. dr. Bagus Tjahjono, M.P.H, FIMMA; dr. Ufi Dewintera, Sp.M.K., Prof. dr. Deby Susanti Vinski, M.Sc., Ph.D., FIMMA hingga pakar internasional seperti Prof. John Deanfield, CBE, BA (Hons), MB BChir, FRCP, FESC, FMedSci. ***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com