Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya

Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB
Dari Perawatan Kulit ke Otot, Tren Baru Perawatan Anti-Aging untuk Perempuan Paruh Baya (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Perawatan anti-aging kini bergeser dari permukaan kulit menuju struktur bawah kulit termasuk otot wajah.
  • PT Regenesis Indonesia mencatat puluhan juta perempuan paruh baya di Indonesia menciptakan kebutuhan besar terhadap perawatan estetika.
  • WonderFace menghadirkan teknologi Neuromuscular Stimulation dan Radiofrequency untuk merawat otot serta jaringan kulit wajah secara menyeluruh.

Suara.com - Seiring bertambahnya usia, perubahan pada wajah menjadi salah satu hal yang mulai mendapat perhatian. Kerutan, kulit yang kehilangan elastisitas, hingga wajah yang tampak kurang kencang sering kali menjadi alasan perempuan melakukan berbagai perawatan untuk mempertahankan tampilan wajah.

Namun, proses penuaan wajah ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit. Struktur di bawah kulit, seperti otot, lemak, jaringan ikat, dan jaringan penunjang lainnya, juga ikut mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. 

Untuk itu, pendekatan terhadap perawatan anti-aging kini mulai berkembang dari sekadar merawat permukaan kulit menjadi memperhatikan struktur wajah secara lebih menyeluruh.

Fenomena ini juga sejalan dengan besarnya potensi perempuan usia paruh baya di Indonesia. Berdasarkan data BPS yang dicantumkan dalam materi Regenesis Indonesia, pada 2025 terdapat sekitar 20,7 juta perempuan berusia 40–44 tahun, 19,7 juta perempuan berusia 45–49 tahun, 17,7 juta perempuan berusia 50–54 tahun, dan 15,2 juta perempuan berusia 55–59 tahun.

Besarnya kelompok usia tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap perawatan yang berkaitan dengan skin rejuvenation dan anti-aging.

Bagi perempuan di usia paruh baya, perawatan wajah tidak lagi semata-mata bertujuan mengurangi tampilan kerutan, tetapi juga menjaga kekencangan dan bentuk wajah.

President Director PT Regenesis Indonesia, Ir Emmy Noviawati, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi di bidang estetika.

"Kami melihat adanya perubahan cara pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit yang terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya yang ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern," ujar Emmy.

Ketika Perawatan Wajah Mulai Bergeser dari Skin Care ke Muscle Care

Selama ini, ketika membicarakan tanda-tanda penuaan, perhatian biasanya tertuju pada kulit. Mulai dari berkurangnya kolagen, munculnya kerutan, menurunnya elastisitas hingga kulit yang terlihat kendur.

Padahal, wajah merupakan struktur yang kompleks. Otot, lemak, jaringan ikat, dan berbagai jaringan penunjang di bawah kulit turut berperan dalam membentuk kontur serta pergerakan wajah. 

Penelitian mengenai facial aging juga menunjukkan bahwa proses penuaan wajah melibatkan perubahan pada berbagai lapisan tersebut.

Hal inilah yang kemudian melahirkan pendekatan baru dalam dunia estetika, yaitu memberikan perhatian lebih terhadap otot wajah. Pendekatan tersebut bukan berarti meninggalkan perawatan kulit, melainkan melihat wajah dari perspektif yang lebih menyeluruh.

Konsep tersebut diusung melalui WonderFace yang hadir dengan pendekatan muscle care sebagai bagian dari perkembangan perawatan wajah modern.

Salah satu hal yang ditawarkan adalah pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. WonderFace menyediakan 10 pilihan program yang dapat dipilih berdasarkan kondisi serta tujuan perawatan, mulai dari lifting dan tonifikasi hingga facial contouring, bruxism, dan lymphatic drainage.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com