Mengenal Burden Free, Teknologi Andalan Tas Kerja Jepang yang Diburu Wanita Indonesia

Minggu, 08 November 2026 | 15:44 WIB
Koleksi tas Legato Largo. [Suara.com/Dini Afrianti]
BACA 10 DETIK
  • Legato Largo meluncurkan teknologi burden free pada koleksi tas kerjanya.
  • Teknologi burden free menggunakan material nilon untuk mengurangi bobot tas.
  • Tas tersebut terasa lebih ringan dan nyaman saat membawa banyak barang.

Suara.com - Membawa banyak barang di dalam tas terkadang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi perempuan yang memiliki mobilitas tinggi. Apalagi beban bawaan ditambah dengan berat dari tas itu sendiri saat belum diisi apapun.

Kondisi ini lantas membuat brand tas asal Jepang, Legato Largo menghadirkan teknologi burden free yang dirancang untuk memberikan pengalaman membawa tas lebih ringan dan nyaman.

Head of Global Operations Division Legato Largo, Mieko Hamasu, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam pengembangan desain tas Legato Largo adalah keselamatan dan fungsi, termasuk mengurangi bobot tas agar tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Mieko, konsep burden free memungkinkan pengguna membawa barang dalam jumlah banyak tanpa harus merasakan tambahan beban berlebih dari tas itu sendiri.

"Jadi, ketika dipakai itu bisa meringankan beban, karena ada tas yang memang belum diisi saja sudah berat. Nah, kalau koleksi burden-free ini, walaupun diisi sampai penuh, tetap nyaman dan ringan dipakai, ujar Mieko saat membuka gerai pertama Legato Largo di Indonesia, di Central Park Mall, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Head of Global Operations Division Legato Largo, Mieko Hamasu menerangkan teknologi Burden Free.

Dengan konsep tersebut, pengguna diharapkan hanya merasakan berat dari barang-barang yang dibawa, tanpa terbebani bobot tas secara berlebihan.

Untuk menunjang bobot yang ringan, koleksi ini menggunakan material nilon. Bahan tersebut menjadi salah satu pilihan dalam menghadirkan tas yang praktis untuk menemani berbagai aktivitas.

Mieko menjelaskan, koleksi burden free sebenarnya sudah lebih dahulu dipasarkan di Jepang selama lebih dari tiga tahun. Namun, tingginya ketertarikan pasar Indonesia membuat koleksi tersebut akhirnya diperkenalkan secara resmi di Tanah Air.

Menurut Mieko, kebutuhan membawa banyak barang menjadi salah satu brand tas langganan jasa titip di Jepang ini dibawa ke Indonesia. Ia melihat masyarakat Indonesia memiliki mobilitas yang cukup tinggi, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Koleksi tas Legato Largo. [Suara.com/Dini Afrianti]

Kondisi tersebut membuat banyak orang, terutama perempuan, terbiasa membawa berbagai perlengkapan di dalam tas untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Selain koleksi burden free, Mieko juga menyebut seri tas untuk pekerja perempuan sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Seri tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan membawa barang-barang penting saat bekerja, termasuk komputer atau laptop.

Pasalnya, pekerja kantoran kerap harus membawa perangkat kerja dan perlengkapan lain yang membuat tas terasa semakin berat. Karena itu, tas dengan fungsi dan desain yang mendukung kebutuhan tersebut dapat menjadi pertimbangan saat memilih tas kerja.

Dengan kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, tas tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan barang. Bobot, kenyamanan, dan fungsi desain juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang harus membawa banyak perlengkapan sepanjang hari.

Fenomena ini sebagaimana temuan BUKA Retail, bahwa kini saat memilih tas kerja konsumen tidak hanya mengedepankan desain tapi juga fungsi.

"Kami melihat kebutuhan konsumen urban Indonesia terhadap produk lifestyle yang tidak hanya memiliki desain menarik, tetapi juga fungsional dan nyaman digunakan sehari-hari," timpal CEO of BUKA Retail, Aswadi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com