/
Selasa, 02 Mei 2023 | 18:26 WIB
Kantor MUI ditembaki orang tak dikenal, Selasa (2/5/2023). (Suara.com/Fakhri)

LINIMASA - Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengungkap profil pelaku penembakan Kantor MUI di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 92/5/2023). 

Pelaku tersebut bernama Mustopa NR (60 tahun) yang memiliki rekam jejak kriminal. Mustopa merupakan seorang residivis. Ia pernah dipenjara akibat perusakan kantor DPRD Provinsi Lampung. 

Pandra mengatakan perusakan tersebut terjadi pada 2016 silam. Kala itu, kata dia, Mustopa merusak salah satu instalasi vital di Kantor DPRD Lampung. 

"Dari database yang kami terima atas nama Mustopa NR itu pernah ada catatan kriminalnya, pernah melakukan suatu tindakan, tindak pidana pengerusakan di salah satu instalasi vital atau objek vital itu di Kantor DPRD Provinsi Lampung di tahun 2016," kata Pandra kepada wartawan, Selasa (2/5/2023), melansir Suara.com.

Menurutnya, Mustopa kerap mengaku kalau dirinya merupakan wakil Nabi Muhammad SAW. Hal itupun yang diaku Mustopa saat melakukan aksi koboy di Kantor MUI. 

"Dia selalu mengklaim bahwa dia itu adalah sebagai wakil dari Nabi Muhammad SAW dan telah dituntut oleh JPU selama 5 bulan," tukasnya. 

Polda Lampung pun akan membantu Polda Metro Jaya guna menangani kasus penembakan kantor MUI tersebut. 

"Polda Lampung akan melakukan back up penyelidikan dan penyidikan dalam terangnya suatu permasalahan yang terjadi terhadap kasus yang terjadi di penembakan di Kantor MUI,"  katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan pelaku penembakan kantor MUI tersebut dinyatakan tewas. 

Baca Juga: Jonathan Frizzy dan Ririn Dwi Ariyanti Diisukan Bakal Segera Menikah, Dhena Devanka Beri Tanggapan: Good Luck yang Penting...

"Pelaku sudah meninggal," kata Komarudin.

Informasi awal, ucap dia, insiden penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Terkini, penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tengah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. 

"Nanti kalau sudah dapat identitas pelaku latar belakang dan sebagainya, modus dan sebagainya nanti kita rilis," kata dia.

Load More