/
Senin, 15 Mei 2023 | 19:33 WIB
Ilustrasi perselingkuhan dalam rumah tangga. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Kalin pun bisa menunjukkan dukungan dan pengertian, serta melibatkan diri dalam kehidupan satu sama lain secara aktif. Alhasil, memiliki hubungan emosional yang kuat, pasangan akan merasa lebih terhubung dan puas dalam pernikahan.

Peka pada perubahan dan kebutuhan

Perubahan dalam kehidupan pasangan bisa menjadi pemicu potensial untuk perselingkuhan. Pasangan harus saling peka terhadap perubahan yang terjadi, baik dalam kehidupan individu maupun dalam hubungan suami istri. 

Berbicara tentang perubahan yang diinginkan atau diperlukan serta mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan dapat membantu menjaga kestabilan hubungan dan menghindari godaan perselingkuhan.

Komitmen untuk setia

Komitmen untuk bisa saling setia adalah fondasi utama dalam sebuah pernikahan yang sehat. Pasangan harus mengkomunikasikan dan mengukuhkan komitmen mereka saling setia satu sama lain. 

Hal ini dapat dicapai dengan membangun aturan yang jelas tentang batasan dalam hubungan, seperti komitmen untuk tidak melakukan interaksi yang tidak pantas dengan orang lain di luar pernikahan. 

Memiliki pemahaman yang kuat tentang arti kesetiaan menjadi hal yang wajib dimiliki pasangan suami istri. Ingat bahwa selingkuh hanyalah nikmat sesaat dan pasti akan berujung pada penderitaan. 

Baca Juga: Tidak Ditemukan Proyektil Peluru di TKP Penembakan Habib Bahar, Polisi Sebut...

Load More