LINIMASA - Arya Saloka dan Amanda Manopo tak henti-hentinya menjadi bahan gosip miring setelah keduanya beradu peran sebagai pasangan suami istri di sinetron Ikatan Cinta.
Penggemar keduanya tak jarang menjodoh-jodohkan Arya Saloka dan Amanda Manopo. Padalah, Arya Saloka sendiri sudah memiliki istri, Putri Anne.
Terbaru, beredar kabar yang menyebutkan bahwa Amanda Manopo pernah diancam oleh istri Arya Saloka, Putri Anne.
Informasi tersebut disebar oleh kanal YouTube Amanda Chanel, melalui sebuah unggahan video pada Rabu (31/5/2023). Baru tayang enam jam lalu, video tersebut sudah ditonton sebanyak 1,5 ribu kali.
"Kabar siang ini || Amanda Manopo jujur pernah di ancam oleh istri Arya putri Anne," begitu judul unggahan video tersebut.
Thumbnail video pun menarasikan hal yang sama di mana ditampilkan potret Amanda Manopo yang sedang terdiam.
"Amanda jujur sering diancam oleh istri Arya Putri Anne," narasi yang ditulis dalam video tersebut.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta Suara Linimasa, tidak ditemukan bukti valid ataupun keterangan resmi terkait klaim yang menyebutkan bahwa Amanda Manopo sering diancam oleh Putri Anne.
Alih-alih menyodorkan bukti akurat dan keterangan kredibel terkait klaim yang dimuat dalam judul dan thumbnail video, narator justru menjelaskan tentang rumor kedekatan Arya Saloka dan Amanda Manopo.
Narator dalam video tersebut pun menyebutkan bahwa Arya Saloka diduga mendapat gugatan cerai dari sang istri, Putri Anne.
Selain itu, thumbnail video pun merupakan hasil editan atau rekayasa digital. Tidak ada keselaran antara thumbnail, judul, dan isi video tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menarasikan Amanda Manopo jujur sering diancam istri Arya Saloka Putri Anne merupakan informasi sesat alias hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara Linimasa. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Aston Villa Bidik Kiper Timnas Jepang untuk Gantikan Emil Martinez
-
Wajib Tahu! Ini Tarif Resmi Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas Sesuai PP Terbaru
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Mario Lemos untuk Super League 2026/2027
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Arema FC Resmi Lepas Dedik Setiawan Setelah Hampir 10 Tahun Mengabdi
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen