LINIMASA - Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan setelah pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tak melihat keberadaan pemain berbakat di skuad Merah Putih.
Pertandingan FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), dimenangkan Argentina dengan skor 2-0.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina berhasil mencetak gol melalui Leandro Paredes pada menit ke-38 dan Cristian Romero pada menit ke-55. Namun, momen yang menarik perhatian adalah lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Pratama Arhan di babak kedua.
Bola yang disambut oleh Elkan Baggott hampir saja membobol gawang Emiliano Martinez. Video Scaloni yang mengamati lemparan Arhan menjadi viral di media sosial, menunjukkan ketertarikan pelatih Argentina pada pemain muda tersebut.
Namun, ketika ditanya tentang kemampuan Arhan, Scaloni justru memuji pertahanan timnya sendiri. Ia mengatakan bahwa pertahanan La Albiceleste bermain kompak dan mampu mengatasi serangan-serangan Indonesia dengan baik.
“Soal lemparan ke dalam Arhan, memang kami bermain kompak dan baik, kami bisa bermain bagus (menghalau lemparan Arhan)," ucap Scaloni dalam konferensi pers setelah laga.
Scaloni juga menambahkan bahwa secara keseluruhan, menurutnya tidak ada pemain di Timnas Indonesia yang memiliki talenta spesial.
"Dan tak ada pemain Indonesia yang spesial bagi saya," ucap Scaloni.
Pernyataan Scaloni ini mengingatkan pada peristiwa serupa yang terjadi pada tahun 2013, ketika mantan pelatih Real Madrid, Manchester United, dan Chelsea, Jose Mourinho, mengkritik performa pemain Indonesia setelah pertandingan melawan Chelsea.
Baca Juga: Merasa Tak Puas dengan Satrio Dewandono, Iis Dahlia Ajak Rizky DA Ngamar di Hotel, Cek Faktanya!
Kala itu, Chelsea berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 8-1. Mourinho mengecam permainan para pemain Indonesia yang dianggapnya tak memiliki potensi istimewa.
"Jika Indonesia tidak memiliki potensi spesial, maka bermainlah dengan penuh semangat dan kebanggaan yang besar," kata The Special One--julukan Mourinho.
Kritik dari Scaloni dan Mourinho ini tentu saja menimbulkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Beberapa menganggap pernyataan tersebut sebagai pandangan subjektif dan tidak menggambarkan sepenuhnya potensi pemain-pemain Indonesia.
Namun, ada pula yang melihatnya sebagai tantangan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sepak bola di Tanah Air.
Sebagai sebuah negara yang memiliki populasi besar dan antusiasme yang tinggi terhadap sepak bola, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bakat-bakat lokal.
Dibutuhkan upaya kolektif dari pemerintah, federasi sepak bola, klub-klub, dan pelatih-pelatih untuk memperbaiki infrastruktur sepak bola, meningkatkan kualitas pelatihan, dan memberikan dukungan yang memadai bagi pemain-pemain muda.
Kendati demikian, kritik dari Scaloni dan Mourinho dapat dijadikan sebagai cambuk untuk terus berbenah. Melalui pembenahan yang sistematis dan disiplin, Indonesia dapat meraih kemajuan signifikan di dunia sepak bola.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon