LINIMASA - Dalam menjalani hubungan asmara, kesehatan dan kebahagiaan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Namun, terkadang pasangan posesif dapat menimbulkan ketidakseimbangan dan merusak keharmonisan hubungan.
Melansir Merriage, Kamis (10/8/2023) para ahli mengingatkan pasangan posesif sebagai tanda bahaya, karena tidak sehat dan bisa menimbulkan efek buruk dalam hubungan asmara, sehingga perlu membicarakannya agar tidak semakin parah.
Posesif adalah perilaku yang menunjukan seolah memiliki orang lain. Akibatnya orang tersebut merasa berhak mengatur, mengontrol, dan mendominasi seseorang. Hasilnya alih-alih cinta atau sayang, sikap posesif malah membuat pasangannya tidak bahagia dan tertekan.
Berikut ini tanda-tanda pasangan posesif:
1. Ancaman Bunuh Diri sebagai Manipulasi Emosional
Salah satu tanda peringatan yang paling meresahkan adalah saat pasangan menggunakan ancaman bunuh diri sebagai alat manipulasi emosional. Dalam situasi ini, pasangan mencoba memanfaatkan perasaan bersalah untuk mengontrol dan mengatur pasangannya.
Mereka mungkin berusaha membangkitkan rasa bersalah yang tidak seharusnya ada, sehingga menghasilkan tekanan psikologis pada pasangan. Sikap seperti ini jelas tidak sehat dalam hubungan, dan langkah-langkah perlu diambil untuk menangani situasi semacam ini.
2. Intimidasi dan Rasa Tertekan
Saat pasangan merasa memiliki hak penuh untuk mengontrol pasangannya, ini dapat menyebabkan rasa intimidasi dan ketidakbahagiaan yang mendalam. Pada dasarnya, sikap posesif mendorong pasangan untuk tunduk pada kemauan pasangan, bahkan jika itu berarti merasa terpaksa atau takut.
Baca Juga: Ayah Rozak Buka Warung Makan Khas Betawi, Disebut Tiru Konsep RM Milik Mandra
Hal ini bukanlah landasan yang sehat untuk membangun hubungan yang baik dan harmonis. Mengenali tanda-tanda intimidasi dan menentangnya adalah langkah pertama menuju keseimbangan yang lebih baik dalam hubungan.
3. Kehilangan Koneksi dengan Orang Lain
Salah satu ciri lain dari pasangan posesif adalah rasa ingin selalu bersama, sehingga pasangan mungkin kehilangan kontak dengan keluarga, teman, dan sahabat. Pemisahan dari lingkaran sosial ini dapat menyebabkan isolasi dan kehilangan dukungan yang sangat dibutuhkan.
Kehadiran pasangan tidak boleh mengorbankan koneksi dengan orang-orang berharga lainnya. Penting untuk menjaga hubungan dengan keluarga dan teman-teman, sehingga setiap individu tetap terhubung dengan dunia di luar hubungan asmara.
4. Sikap Menyakiti sebagai Bentuk Balas Dendam
Pasangan posesif sering kali merespons dengan cara yang merugikan saat mereka merasa tersinggung atau sakit hati. Dalam upaya untuk membalas dendam, mereka mungkin melakukan tindakan kecil yang sepele tetapi merugikan pasangan mereka. Bahkan tindakan seperti ini bisa merusak hubungan seiring waktu. Kesadaran akan pola ini dan komunikasi terbuka untuk mengatasi masalah dapat membantu mencegah situasi semacam ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
45 Ucapan Imlek Bahasa Mandarin 2026 dan Artinya, Bukan Cuma Gong Xi Fa Cai
-
Daftar Saham Buyback Januari-April 2026, Emiten Konglomerat Diborong
-
3 Mobil Kecil Bekas Honda yang Keren dan Praktis untuk Wanita
-
Awal Februari, Harga Beras dan Cabai Rawit Kompak 'Nanjak'
-
Modus Pengiriman 1 Kg Sabu Dikemas Kopi Digagalkan BNNP Sumut
-
Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya
-
Belajar dari Kasus Rombongan Pengantin Salah Jalur, Mengapa Mobil MPV 'Haram' Masuk Jalan Offroad?
-
Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025
-
Tensi AS - Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke 68 Dolar AS
-
Membaca Pergerakan 1998 Lewat Novel Notasi: Saat Idealisme Diuji Waktu