LINIMASA - Biduk rumah tangga Indra Bekti dan Aldila Jelita menemui babak baru setelah keduanya memutuskan rujuk.
Namun, hal tersebut tak direstui sang ibu Aldila Jelita, Marjam Abdurahman yang menyebut menantunya melakukan kesalahan sekaligus dosa besar di masa lalu. Marjam pun sempat menyinggung tentang kaum Nabi Luth.
"Aku tidak pernah bilang merestui ke Dila. Saya gemetaran denger kekuatan Dila dan Bekti berani menerjang saya," ucap ujar Marjam kepada wartawan pada Minggu (27/8/2023).
Namun, Marjam pun sebenarnya merestui Indra Bekti untuk kembali membina rumah tangga dengan Aldila, syaratnya, presenter 45 tahun tersebut harus benar-benar melakukan taubat dan menjauhi dari dunianya selama ini.
"Kalian nikah aja pelan-pelan, enggak usah panggil media. Nikah aja, go ahead. Tinggal di kampung, cari rezeki yang halal, taubatan nasuha, pergi ke musala, belajar agama. Itu namanya taubat," kata Marjam.
Lantas bagaimana caranya taubat nasuha? Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana melansir laman NU Online.
Makna Taubat Nasuha
Taubat nasuha adalah bentuk penyesalan yang dalam dari seorang hamba yang telah melakukan dosa. Hal ini berarti bahwa seseorang sungguh-sungguh menyesal dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Rasulullah pernah bersabda dalam hadits bahwa "an-nadmu taubatun" (penyesalan adalah bentuk taubat). (Imam Abi al-Qasim al-Qusyairy, Al-Risalah al-Qusyairiyah, Jakarta, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 2011, halaman: 127).
Baca Juga: Nikita Mirzani Bongkar Aib Musuhnya, Sebut Dewi Perssik Tinggal Serumah dengan Kekasih
Syarat-Syarat Taubat
Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah, terdapat tiga syarat taubat yang penting, sebagaimana diuraikan dalam kitab Risalatul Qushairiyah yang sering diajarkan di pesantren.
- Menyesali dosa yang telah dilakukan.
- Meninggalkan dosa dalam segala situasi.
- Berkomitmen untuk tidak mengulangi dosa yang sama.
Penerimaan Taubat
Taubat akan diterima oleh Allah jika syarat-syarat tersebut terpenuhi. Namun, selain itu, disarankan agar manusia senantiasa beristighfar dan bertaubat setiap hari untuk menghindari dosa dan kesalahan yang mungkin tidak disadari.
Hal ini termaktub dalam kitab al-Risalah al-Qusyairiyah Imam Abi al-Qusyairy berbunyi: "Bahwa syarat sampai diakui sebagai tobat yakni melingkupi tiga hal. Pertama, menyesali kesalahan yang telah dilakukan. Kedua, meninggalkan kesalahan dalam keadaan apapun dan ketiga menetapkan atau berjanji tidak akan mengulangi perbuatan maksiat serupa. Maka rukun-rukun ini adalah wajib, agar tobatnya menjadi sah". (Imam Abi al-Qasim al-Qusyairy, al-Risalah al-Qusyairiyah, Jakarta, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 2011, halaman: 127.)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung