/
Rabu, 30 Agustus 2023 | 11:15 WIB
Mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo didakwa Jaksa KPK bersama istrinya Ernie Meike Torondek menerima gratifikasi senilai Rp 16,6 miliar. (Suara.com/Yaumal)

LINIMASA - Jaksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mendakwa mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo dan Ernie Meike Torondek menerima gratifikasi senilai Rp16,6 miliar. 

Jaksa KPK membacakan dakwaan tersebut saat sidang perdana Rafael Alun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Rabu (30/8/2023). 

"Bahwa terdakwa (Rafael) bersama-sama Ernie Meike Torondek secara bertahap sejak tanggal 15 Mei 2002 sampai dengan Maret 2013 telah menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya sejumlah Rp 16.644.806.137," kata Jaksa di ruang persidangan.

Rafael dan istrinya menerima uang tersebut dari sejumlah perusahaan wajib pajak melalui sejumlah perusahaan mereka, yakni PT ARME, PT Cubes Consulting, PT Cahaya Kalbar, dan PT Krisna Bali International Cargo.

Perusahaan di atas meneria uang dari wajib pajak senilai Rp27.805.869.634 atau Rp27,8 miliar. Namun, nominal itu tidak semuanya masuk ke kas perusahaan. 

"Yang khusus diterima oleh terdakwa bersama-sama dengan Ernie Meike Torondek adalah Rp 16.644.806.137," kata Jaksa.

Uang yang diterima Rafael Alun dan istrinya tidak dilaporkan ke KPK. Hal itu melanggar aturan bagi penyelenggara negara yang waib melapor pemberian tersebut dengan tenggat waktu 30 hari. 

"Padahal penerimaan itu tanpa alas hak yang sah menurut hukum," kata Jaksa.

Jaksa lembaga antirasuah tersebut mendakwa Rafael Alun dengan Pasal 12 B jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca Juga: Ini Daftar 5 Pemain Persib yang Dipanggil Timnas

Load More