LINIMASA - Sayur kol atau kubis merupakan salah satu sayuran yang sering digunakan dalam berbagai masakan. Selain lezat dan serbaguna, sayur kol juga kaya akan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Kubis menjadi salah satu bahan utama dalam cemilan bakwan. Tanpa kehadiran kubis, bakwan atau bala-bala tidak akan utuh. Aroma khas kubis menjadi pengingat bagi orang yang familiar menyantap gorengan yang satu ini.
Kandungan Nutrisi dalam Sayur Kol
Meskipun rendah kalori, sayur kol mengandung berbagai nutrisi penting. Dalam setiap 89 gram sayur kol, terdapat nutrisi berikut:
Kalori: 22 kkal.
Protein: 1 gram.
Serat: 2 gram.
Vitamin K: 56 persen dari angka kebutuhan harian (DV).
Vitamin C: 36 persen dari DV.
Folat: 10 persen dari DV.
Mangan: 6 persen dari DV.
Vitamin B6: 6 persen dari DV.
Kalsium: 3 persen dari DV.
Kalium: 3 persen dari DV.
Magnesium: 3 persen dari DV.
Sayur kol juga mengandung sedikit mikronutrien penting lainnya, seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, dan riboflavin. Selain itu, kubis juga kaya akan vitamin B6 dan folat, yang penting untuk proses metabolisme energi dan fungsi normal sistem saraf.
Sayur ini juga mengandung serat yang sangat baik untuk pencernaan dan berbagai senyawa antioksidan seperti polifenol dan antosianin.
Manfaat Sayur Kol untuk Kesehatan
Menurunkan Peradangan dalam Tubuh: Sayur kol mengandung anthocyanin, sebuah antioksidan alami yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis terkait dengan berbagai penyakit serius, dan anthocyanin dapat membantu mengendalikan peradangan. Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia, hasil penelitian pada hewan menunjukkan potensi manfaat ini.
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Sayur kol mengandung serat yang baik untuk sistem pencernaan. Serat ini membantu menjaga kesehatan usus dengan menyerap air ke dalam feses, membuat proses buang air besar menjadi lebih mudah dan teratur. Kol juga kaya akan serat larut, yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus.
Baca Juga: Rizky Febian Nyosor Cium Mahalini, Warganet: Di Umum Aja Berani Gini Gimana kalau Lagi...
Mengoptimalkan Kekebalan Tubuh: Kandungan tinggi vitamin C dalam kubis berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu produksi kolagen dan membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan, yang penting untuk kesehatan umum.
Menjaga Kesehatan Jantung: Anthocyanin dalam kubis juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kubis juga mengandung banyak jenis anthocyanin yang berpotensi menguntungkan kesehatan jantung.
Menurunkan Tekanan Darah: Tingginya kandungan kalium dalam kubis dapat membantu menurunkan tekanan darah. Konsumsi cukup kalium dapat mendukung kesehatan kardiovaskular.
Menurunkan Kolesterol: Serat dalam kubis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain itu, kubis juga mengandung senyawa phytosterol yang dapat mencegah penyerapan kolesterol jahat oleh saluran pencernaan.
Mengjaga Kesehatan Tulang: Kubis mengandung vitamin K, yang sangat penting untuk kesehatan tulang. Dengan cukup vitamin K, tulang dapat tetap sehat dan kuat, mengurangi risiko gangguan seperti osteoporosis.
Mencegah Penyakit Kanker: Kubis mengandung sulforaphane, senyawa yang telah terkait dengan penurunan risiko penyakit kanker. Selain itu, kubis juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Lebih Gelap dari Sekadar Tidak Punya Uang: Tragedi Anak SD di NTT
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Tak Hanya Ivar jenner, Dewa United juga Dirumorkan Ingin Rekrut Bek Timnas Jamaika
-
Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular
-
Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?
-
Iruma-kun If Episode of Mafia Siap Hadir sebagai Anime TV Januari 2027
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Ibu dan Anak WN Taiwan Dideportasi dari Taiwan karena Langgar Peraturan Keimigrasian
-
Pendidikan Gratis Hanya di Atas Kertas? Menyoal Pasal 31 UUD 1945 Pasca-Kasus YBR
-
Waspada! Kanker Usus Besar Mengintai Usia Muda, 30 Persen Pasien Berusia di Bawah 40 Tahun